Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Kenakan Tarif Kapal di Selat Hormuz, Trump: Iran Langgar Perjanjian

Trump menuduh Iran melanggar perjanjian transit minyak di Selat Hormuz setelah mendapat kabar bahwa Iran mengenai tarif terhadap kapal di selat itu.

Editor: Sri Juliati
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, Selasa (21/10/2025) memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada Kamis (16/10/2025). Pada 10 April 2026, Trump menuduh Iran melanggar perjanjian transit minyak di Selat Hormuz setelah mendapat kabar bahwa Iran mengenai tarif terhadap kapal di selat itu. 

Ringkasan Berita:
  • Trump menuduh Iran bertindak buruk karena diduga memungut biaya kapal di Selat Hormuz, yang dianggap melanggar kesepakatan.
  • Ia memperingatkan Iran untuk menghentikan hal tersebut dan menegaskan aliran minyak akan tetap berjalan. 
  • Kemarin, IRGC mengeluarkan peta aman bagi kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz dan menghindari ranjau laut.
  • Iran bersikeras memasukkan Lebanon dalam gencatan senjata, usulan yang ditolak AS dan Israel.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk dan memalukan terkait dengan komitmen Iran untuk mengizinkan kapal-kapal minyak melewati Selat Hormuz.

Menyoroti pemberitaan akhir-akhir ini yang menyebut Iran mengenakan biaya bagi kapal yang melewati Selat Hormuz, Trump menekankan hal ini tidak sesuai dengan perjanjian antara kedua pihak.

"Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dengan mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz. Itu bukan kesepakatan yang kita miliki!" tulis Trump di platform Truth Social, Jumat (10/4/2026).

Presiden AS memperingatkan Iran agar tidak mengenakan biaya pada kapal kargo yang melewati Selat Hormuz, setelah pada 7 April 2026, Iran setuju untuk membuka kembali jalur air vital tersebut sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua minggu.

"Ada laporan bahwa Iran memungut biaya dari kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukan itu, dan jika mereka melakukannya, sebaiknya mereka berhenti sekarang juga!"

Dalam unggahan kedua beberapa menit kemudian, Trump menambahkan, "Sebentar lagi, Anda akan melihat minyak mulai mengalir, dengan atau tanpa bantuan Iran."

Sementara itu, Trump menekankan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, menganggap apa yang dicapai dalam konfrontasi baru-baru ini sebagai kemenangan nyata.

Trump mengatakan Wall Street Journal keliru menggambarkan pernyataannya sebagai deklarasi "kemenangan prematur" di Iran, dan menekankan bahwa apa yang telah dicapai adalah kemenangan sebenarnya, bukan kemenangan prematur.

Presiden AS juga menyebut Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir dan pasar minyak tetap mengaliri Selat Hormuz, dengan atau tanpa bantuan Iran.

"Wall Street Journal, salah satu "Dewan Editorial" terburuk dan paling tidak akurat di dunia, menyatakan bahwa saya "menyatakan kemenangan prematur di Iran." Sebenarnya, itu adalah sebuah kemenangan, dan tidak ada yang "prematur" tentang itu! Karena saya, Iran TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR dan, dengan sangat cepat, Anda akan melihat minyak mulai mengalir, dengan atau tanpa bantuan Iran dan, bagi saya, itu tidak ada bedanya," tulis Trump di Truth Social, Jumat.

Baca juga: Gencatan Senjata Cuma Omon-omon: Israel Bom Lebanon, Iran Serang Negara Teluk

Ia meminta surat kabar tersebut untuk menarik kembali pernyataannya, menuduh Wall Street Journal terlalu cepat mengkritik tetapi tidak mengakui kesalahannya.

"Wall Street Journal, seperti biasa, akan menelan ludah mereka sendiri. Mereka selalu cepat mengkritik, tetapi tidak pernah mengakui kesalahan mereka, yang sebagian besar terjadi!" tulisnya.

IRGC Rilis Peta Jalur Aman bagi Kapal di Selat Hormuz untuk Hindari Ranjau

PETA SELAT HORMUZ - Tangkapan layar SNN dari sumber IRGC, Jumat (10/4/2026), memperlihatkan peta jalur aman bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz untuk hindari ranjau laut.
PETA SELAT HORMUZ - Tangkapan layar SNN dari sumber IRGC, Jumat (10/4/2026), memperlihatkan peta jalur aman bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz untuk hindari ranjau laut. (SNN/IRGC)

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan pada Kamis (9/4/2026), adanya ranjau di jalur pelayaran biasa di selat tersebut, yang menunjukkan dua jalur alternatif telah diidentifikasi untuk kapal-kapal di utara dan selatan Pulau Larak untuk menghindari kemungkinan tabrakan.

"Karena situasi perang di Teluk Persia dan Selat Hormuz, dan kemungkinan adanya ranjau anti-kapal di jalur lalu lintas zona utama Selat Hormuz, semua kapal yang bermaksud melintasi Selat Hormuz harus mematuhi prinsip keselamatan maritim dan menghindari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut, mereka harus berkoordinasi dengan Angkatan Laut IRGC di Selat Hormuz," bunyi pernyataan IRGC yang dipublikasikan media Iran, Student News Network (SNN).

"Mereka harus mengambil rute alternatif untuk melintasi Selat Hormuz sampai pemberitahuan lebih lanjut," tambahnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved