Selasa, 2 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.507, Putin Umumkan Gencatan Senjata selama Paskah Ortodoks

Presiden Rusia Vladimir Putin umumkan gencatan senjata selama Paskah Ortodoks pada Sabtu, 11 April pukul 4 sore hingga 12 April tengah malam.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Kremlin
PRESIDEN RUSIA PUTIN - Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh (tidak terlihat dalam foto) pada 25 Maret 2026 (Foto: Kristina Solovyova, RIA Novosti). Pada 9 April 2026, Putin mengumumkan gencatan senjata sementara selama Paskah Ortodoks pada 11 April 2026 pukul 16.00 waktu Moskow hingga 12 April 2026 tengah malam. 

Hingga kini, perang masih berlanjut dan berdampak besar pada ekonomi global serta stabilitas dunia, sementara upaya perdamaian terus dilakukan meski belum berhasil dengan AS sebagai mediator.

Namun, upaya pembicaraan tersebut terhenti setelah AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran.

Di tengah perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, berikut ini perkembangan yang dirangkum dari berbagai sumber:

  • Zelenskyy: Ukraina Berulang Kali Usulkan Gencatan Senjata

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menanggapi bahwa Ukraina telah berulang kali mengusulkan gencatan senjata — dan akan bertindak sesuai dengan usulan tersebut.

“Ukraina telah berulang kali menyatakan bahwa kami siap untuk langkah-langkah timbal balik. Kami mengusulkan gencatan senjata selama liburan Paskah tahun ini dan akan bertindak sesuai dengan itu… Masyarakat membutuhkan Paskah tanpa ancaman dan langkah nyata menuju perdamaian, dan Rusia memiliki kesempatan untuk tidak kembali menyerang bahkan setelah Paskah," kata Zelenskyy pada Jumat (10/4/2026) pagi.

The Guardian menulis bahwa sebelumnya dalam perang tersebut, hanya ada gencatan senjata tidak resmi, tidak jelas definisinya, dan dipatuhi secara sporadis; atau penghentian lokal untuk memungkinkan penyerahan diri, pertukaran tahanan, penyerahan jenazah, atau membiarkan warga sipil melarikan diri dari garis depan.

Ada "gencatan senjata energi" terbatas yang dideklarasikan pada Maret 2025 yang seharusnya menghentikan serangan terhadap fasilitas minyak, gas, dan listrik serta target di laut.

Moskow – sambil menolak banyak inisiatif gencatan senjata sebelumnya yang diterima oleh Ukraina – juga telah mencoba untuk secara sepihak mendeklarasikan gencatan senjata, misalnya untuk memungkinkan Rusia merayakan ulang tahun ke-80 kemenangan Soviet dalam Perang Dunia Kedua.

Upaya panjang pemerintahan Donald Trump untuk mendekati Vladimir Putin selama setahun terakhir belum membuahkan hasil. 

Gencatan senjata saat Paskah tampaknya terjadi tanpa banyak campur tangan AS, karena mereka sedang fokus pada agresinya terhadap Iran. 

Volodymyr Zelenskyy mengatakan ia menyampaikan tawaran damai ke Rusia melalui AS, sementara utusan Putin juga sempat berada di AS. 

Rusia diduga ingin jeda karena serangan Ukraina melemahkan ekspor minyaknya, sementara Ukraina sendiri terdampak serangan Rusia pada infrastruktur energi.

  • Rusia Tak Libatkan Pihak Lain dalam Keputusan Gencatan Senjata selama Paskah Ortodoks

Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan Rusia tidak membahas terlebih dahulu dengan pihak-pihak lain dalam negosiasi mengenai Ukraina tentang pengumuman gencatan senjata pada tanggal 11-12 April bertepatan dengan Paskah Ortodoks.

"Tidak," katanya ketika ditanya apakah gencatan senjata Paskah terkait dengan dimulainya kembali negosiasi dan apakah hal itu sebelumnya telah dibahas dengan Amerika Serikat atau dengan Ukraina.

Sebagaimana diketahui bahwa AS adalah mediator dalam penyelesaian tersebut.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved