Minggu, 12 April 2026

Epstein Files

Melania Trump: Saya Bukan Korban Jeffrey Epstein

Melania Trump, Ibu Negara Amerika Serikat (AS) menegaskan dirinya bukan korban dari Kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Editor: Nuryanti
Sky News
MELANIA TRUMP - Melania Trump, Ibu Negara Amerika Serikat (AS) menegaskan dirinya bukan korban dari Kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein. 
Ringkasan Berita:
  • Melania Trump menegaskan tidak memiliki hubungan dengan Jeffrey Epstein dan bukan korban.
  • Ia membantah Epstein pernah memperkenalkannya kepada Donald Trump.
  • Melania menyebut tuduhan tersebut bermotif politik dan menegaskan namanya tidak muncul dalam dokumen kasus Epstein.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, membuat penampilan publik langka di Gedung Putih pada Kamis (9/4/2026).

Dalam keterangannya, Melania membantah berbagai tuduhan yang mengaitkannya dengan skandal kasus kejahatan seksual terpidana, Jeffrey Epstein.

Dalam pernyataan singkat kurang dari enam menit, Melania menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan apa pun dengan Epstein.

Ia juga menepis klaim bahwa Epstein pernah memperkenalkannya kepada suaminya, Donald Trump.

“Kebohongan yang menghubungkan saya dengan Jeffrey Epstein harus berakhir hari ini. Saya bukan korban Epstein, dan dia tidak pernah memperkenalkan saya kepada Donald Trump,” tegas Melania.

Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah berada di pesawat Epstein maupun mengunjungi pulau pribadinya.

Selain itu, namanya disebut tidak pernah muncul dalam dokumen pengadilan, kesaksian korban, maupun hasil investigasi FBI terkait kasus Epstein, mengutip Los Angeles Times, Jumat (10/4/2026).

Melania juga menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya jahat yang bermotif politik dan finansial untuk merusak reputasinya.

Ia menegaskan bahwa pertemuannya dengan Donald Trump terjadi secara kebetulan di sebuah pesta di New York pada tahun 1998.

Meski demikian, diketahui bahwa keluarga Trump dan Epstein sempat berada dalam lingkaran sosial yang sama di New York, bahkan beberapa kali terdokumentasi bersama.

Melania sebelumnya juga telah membantah klaim serupa yang disampaikan penulis Michael Wolff.

Baca juga: Podcaster Joe Rogan Tuduh Trump Gunakan Perang untuk Tutupi Skandal Epstein

Sengketa hukum antara keduanya masih berlangsung setelah Wolff menggugat balik surat keberatan yang dikirim Melania.

Selain itu, penerbit HarperCollins Inggris sempat menarik peredaran sebuah biografi yang memuat klaim bahwa Epstein memperkenalkan pasangan Trump tersebut.

Menyoal Epstein Files

Epstein Files yang tengah viral adalah ribuan halaman dokumen yang terkait dengan dua investigasi kriminal perdagangan seks oleh pemodal juga pengusaha Jeffrey Epstein dan wanita yang disinyalir kekasihnya Ghislaine Maxwell.

Maxwell kini telah sedang menjalani hukuman 20 tahun penjara.

Sementara Jeffrey Epstein kini telah tewas usai mengakhiri hidup, di penjara, Manhattan, New York Agustus 2019 lalu.

Dokumen-dokumen ini, yang mencakup catatan perjalanan, rekaman, dan email, telah menjadi topik pembicaraan sejak kematian Epstein pada tahun 2019. 

Pada November 2025, tiga email, yang diperoleh dari harta warisan Epstein, tampaknya menunjukkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengetahui praktik perdagangan seks Epstein. 

Mengutip Britannica, Trump telah lama membantah mengetahui ‘dosa kelam’ Epstein. 

Email-email tersebut semakin memicu seruan untuk merilis semua berkas Epstein kepada publik. 

Pada 18 November, DPR AS memberikan suara 427-1 untuk meloloskan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein dan Senat setuju dengan suara bulat untuk mengirimkan undang-undang tersebut kepada presiden. 

Trump menandatangani undang-undang tersebut keesokan harinya. 

Pada 19 Desember 2025, sesuai dengan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, Departemen Kehakiman AS merilis ratusan ribu dokumen. 

Berkas-berkas tersebut termasuk beberapa foto mantan Presiden AS Bill Clinton dan selebriti lainnya, termasuk juga ada Trump.

Selain itu, mengutip Al Jazeera, menurut ribuan berkas yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) Jumat, terdapat foto-foto dalam sebuah folder berlabel "Pengungkapan DOJ". 

Sebagian besar foto tersebut disita oleh FBI selama berbagai penggeledahan rumah Epstein di New York City dan Kepulauan Virgin AS.

Foto-foto baru menunjukkan para musisi Mick Jagger, Michael Jackson, dan Diana Ross dalam foto bersama Epstein, dan, beberapa, dengan orang lain yang wajahnya telah disensor. 

Dalam salah satu gambar, Jagger terlihat duduk di antara Epstein dan mantan Presiden AS Bill Clinton. 

Bintang pop Jackson juga terlihat berdiri di sebelah Clinton, dan berpose untuk foto bersama Epstein di depan sebuah lukisan dalam gambar lainnya. 

Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang tampil dalam foto-foto yang baru dirilis termasuk aktor Kevin Spacey, komedian Chris Tucker, miliarder Richard Branson, mantan duta besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson, dan Andrew Mountbatten-Windsor (Pangeran Andrew Kerajaan Inggris) dan mantan istrinya, Sarah Ferguson. 

Dalam sebuah gambar hitam-putih, Andrew terlihat berbaring di pangkuan lima orang yang wajahnya telah dihitamkan, sementara Maxwell berdiri di belakang mereka.

EPSTEIN FILES - Tangkap layar YouTube WION 11 Februari 2026, menampilkan potongan dokumen kasus Jeffrey Epstein yang berkasnya dipublikasikan Departemen Kehakiman AS. Anggota Kongres AS mengungkap enam nama pria yang sebelumnya disensor dalam berkas Jeffrey Epstein, termasuk miliarder Leslie Wexner.
EPSTEIN FILES - Tangkap layar YouTube WION 11 Februari 2026, menampilkan potongan dokumen kasus Jeffrey Epstein yang berkasnya dipublikasikan Departemen Kehakiman AS. Anggota Kongres AS mengungkap enam nama pria yang sebelumnya disensor dalam berkas Jeffrey Epstein, termasuk miliarder Leslie Wexner. (tangkapan layar)

Departemen Kehakiman tidak menyertakan detail apa pun tentang isi atau konteks foto-foto tersebut. 

Virginia Giuffre, yang merupakan salah satu penuduh Epstein yang paling terkenal dan meninggal karena bunuh diri pada bulan April di usia 41 tahun, menuduh Mountbatten-Windsor melakukan pelecehan seksual ketika dia berusia 17 tahun. 

Namun Pangeran Andrew menyelesaikan gugatan dengan Giuffre pada tahun 2022, tetapi terus menyangkal tuduhan tersebut. 

Soal Laporan Pelecehan Anak di Bawah Umur 

Pada September 1996, Maria Farmer, korban Epstein, mengadu kepada FBI bahwa Epstein terlibat dalam pelecehan seksual anak. 

Farmer mengatakan bahwa para pejabat AS gagal mengambil langkah untuk menyelidiki kasus tersebut. 

Meskipun nama pelapor disensor dalam dokumen yang berkaitan dengan pengaduan ini kepada FBI, Farmer telah mengkonfirmasi bahwa pengaduan tersebut dibuat olehnya.

“Saya ingin semua orang tahu bahwa saya meneteskan air mata kebahagiaan untuk diri saya sendiri, tetapi juga air mata kesedihan untuk semua korban lain yang telah diabaikan oleh FBI,” katanya, mengutip Al Jazeera.

Transkrip persidangan dewan juri yang baru dirilis juga mencakup kesaksian dari agen FBI yang menggambarkan wawancara yang mereka lakukan dengan gadis-gadis dan wanita muda yang menceritakan pengalaman mereka dibayar untuk melakukan tindakan seksual untuk Epstein. 

Menurut media lokal, narasumber termuda berusia 14 tahun.

Seorang wanita, yang saat itu berusia 21 tahun, mengatakan kepada dewan juri bahwa Epstein telah mempekerjakannya ketika dia berusia 16 tahun untuk melakukan pijat seksual, dan bahwa dia kemudian merekrut gadis-gadis lain untuk melakukan hal yang sama.

“Untuk setiap wanita yang saya tawari pekerjaan tersebut, dia akan memberi saya $200,” kata salah satu korban Epstein tersebut.

Hingga saat ini dilaporkan media AS, termasuk CBS, di antara dokumen Epstein Files yang dirilis, banyak yang telah disensor, termasuk pernyataan polisi, laporan investigasi dan foto.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved