Sabtu, 2 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Selat Hormuz Dipajaki, Iran Berpotensi Raup Puluhan Miliar Dolar dari Jalur Minyak Dunia

Selat Hormuz dipajaki! Iran ubah konflik jadi peluang cuan hingga Rp1.200 triliun per tahun. Dunia waspada, harga minyak terancam melonjak tajam!

Tayang:

Mengutip dari Economic Times, lonjakan potensi pendapatan ini tidak terlepas dari krisis energi global yang tengah berlangsung. 

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menyebabkan terganggunya distribusi minyak dunia dan mendorong kenaikan harga energi.

Situasi ini menempatkan Iran pada posisi strategis untuk memanfaatkan krisis sebagai peluang ekonomi.

Dengan mengontrol salah satu jalur utama energi dunia, Iran dinilai mampu mengubah tekanan geopolitik menjadi potensi pemasukan melalui kebijakan tarif bagi kapal yang melintas.

Di sisi lain, kinerja sektor energi Iran juga tetap stabil di tengah konflik. Ekspor minyak mentah bertahan di kisaran 1,6 juta barel per hari, sementara pendapatan harian meningkat dari sekitar 115 juta dolar AS pada Februari 2026 menjadi 139 juta dolar AS pada Maret 2026.

Selain itu, selisih harga minyak Iran terhadap harga acuan global yang sebelumnya cukup besar kini mulai menyempit. 

Secara keseluruhan, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa di tengah krisis energi global, Iran tidak hanya menghadapi tekanan, tetapi juga memanfaatkan momentum untuk memperkuat potensi pendapatan dari sektor energi.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Meski pemberlakuan pajak dapat mengerek pendapatan Iran di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah, namun kebijakan ini langsung memicu gangguan pada salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.

Sejumlah data industri menunjukkan bahwa langkah ini menyebabkan terhambatnya arus pengiriman energi dalam skala besar.

Ratusan kapal tanker dilaporkan tidak dapat melintas, dengan sekitar 187 kapal membawa 172 juta barel minyak tertahan di kawasan tersebut. 

Selain itu, lebih dari 1.000 kapal lainnya mengalami antrean panjang di wilayah Teluk, menunggu akses untuk melanjutkan perjalanan.

Gangguan ini berdampak langsung pada pasar global. Terhambatnya pasokan dari jalur yang menyumbang hampir 20 persen distribusi minyak dunia menyebabkan harga minyak melonjak tajam. Kenaikan harga ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kelangkaan pasokan energi dalam jangka pendek.

Tidak hanya itu, efek domino juga dirasakan pada rantai pasok global. Keterlambatan pengiriman menyebabkan distribusi energi ke berbagai negara terganggu, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada jalur tersebut.

Para pelaku industri memperkirakan, meskipun jalur kembali dibuka, kondisi tidak akan langsung pulih. 

Proses normalisasi diperkirakan memakan waktu hingga dua minggu atau lebih, bahkan tanpa adanya gangguan tambahan. Hal ini disebabkan oleh penumpukan kapal yang harus diurai secara bertahap.

Secara keseluruhan, klaim dampak penutupan Selat Hormuz dinilai beralasan, mengingat perannya yang sangat krusial dalam perdagangan energi global.

Gangguan di jalur ini terbukti mampu memicu lonjakan harga, menghambat distribusi, dan mengguncang stabilitas pasar energi dunia dalam waktu singkat.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved