Rabu, 3 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Blokade Pelabuhan, Militer Iran Sebut Ilegal dan Contoh Pembajakan, Singgung Kendali Selat Hormuz

Iran memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan Teluk yang akan aman jika pelabuhan mereka sendiri terancam.

Tayang:
Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Militer AS mengatakan akan memulai blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran pada Senin.
  • Iran memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan Teluk yang akan aman jika pelabuhan mereka sendiri terancam.
  • Iran akan secara tegas menerapkan “mekanisme permanen” untuk mengendalikan Selat Hormuz menyusul ancaman AS untuk memblokadenya.

TRIBUNNEWS.COM - Militer Iran mengatakan blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) yang akan dimulai pada Senin (13/4/2026), akan ilegal dan sama dengan pembajakan.

Iran memperingatkan tidak ada pelabuhan Teluk yang akan aman jika pelabuhan mereka sendiri terancam.

Militer AS sebelumnya mengatakan akan memulai blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran pada Senin.

“Pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika yang kriminal terhadap navigasi dan transit maritim di perairan internasional adalah ilegal dan merupakan contoh pembajakan,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh pusat komando militer Iran, Khatam Al-Anbiya, yang dibacakan di televisi pemerintah, Senin, dilansir Al Arabiya.

Iran akan secara tegas menerapkan “mekanisme permanen” untuk mengendalikan Selat Hormuz menyusul ancaman AS untuk memblokadenya.

“Jika keamanan pelabuhan Republik Islam Iran di perairan Teluk (Arab) dan Laut Arab terancam, tidak ada pelabuhan di Teluk (Arab) dan Laut Arab yang akan aman,” tambahnya.

Blokade Pelabuhan Iran

Komando Pusat AS mengatakan blokade AS, yang dimulai pukul 10 pagi ET pada hari Senin (1400 GMT), akan "diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman."

Militer AS mengatakan, kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran tidak akan terhambat.

"Informasi tambahan akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum dimulainya blokade," katanya, Senin, masih dari Al Arabiya.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin melalui platform Truth Social miliknya mengonfirmasi pernyataan militer AS tersebut.

Trump mengatakan, pasukan AS juga akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran.

“Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas,” ungkap Trump di media sosial, Minggu (12/4/2026).

“Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan dihancurkan," tegasnya.

Baca juga: Damai di Ujung Tanduk! Dua Alasan Ini Gagalkan Negosiasi AS-Iran di Islamabad

Dia menambahkan, Angkatan Laut AS akan mulai menghancurkan ranjau yang dijatuhkan Iran di Selat Hormuz, titik rawan bagi sekitar 20 persen pasokan energi global.

Meskipun data pengiriman menunjukkan tiga kapal tanker super yang penuh muatan minyak melewati Selat pada hari Sabtu, kapal tanker menghindari jalur air tersebut pada hari Senin, menjelang blokade AS.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved