Konflik Palestina Vs Israel
Sampul Majalah Italia Bikin Marah Warga Israel: Apa Ceritanya?
Sampul itu menunjukkan gambar seorang pemukim ilegal Israel yang mengenakan seragam militer, sedang memotret seorang wanita Palestina
"Jadi gambar ini tidak nyata? Bukankah ini menggambarkan apa yang terjadi setiap hari di wilayah pendudukan? Jawabannya adalah ya, dan itulah yang membuatmu takut, karena gambar ini lebih berharga daripada seribu artikel surat kabar."
Sebaliknya, para aktivis kemanusiaan menerbitkan foto lain dari tahun 2025 yang menampilkan tentara dan wanita yang sama, dengan judul:
"Kekerasan pemukim Israel mengganggu musim panen zaitun di Tepi Barat, dan ditanggapi dengan ketabahan Palestina."
Kedutaan Palestina di Siprus menanggapi pernyataan duta besar Israel tersebut, dengan menyatakan kalau sampul tersebut "bukanlah pernyataan yang menyesatkan, melainkan cerminan dari kenyataan."
Dalam sebuah pernyataan, kedutaan Palestina di Siprus menambahkan:
"Pendudukan mendokumentasikan kekerasan yang mereka lakukan sendiri. Sayap kanan Zionis sedang menciptakan 'Israel Raya,' sebuah proyek ekspansi dengan segala cara."
Ia menunjukkan kalau "Duta Besar Jonathan Peled berbicara tentang distorsi, sementara pemerintah Israel menunjukkan jati dirinya.
Pada 9 April, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengumumkan rencana untuk memperluas Israel Raya, bersamaan dengan terbitnya majalah tersebut di kios-kios berita.
Narasi keamanan digunakan sebagai dalih untuk perebutan lahan: kekerasan pemukim, perang pemusnahan di Gaza, dan kebijakan Benjamin Netanyahu.
Sebagian pengguna X merasa bahwa gambar sampul tersebut "merangkum sebagian kecil dari apa yang terjadi di Tepi Barat,".
Adapun pengguna yang lain berkomentar bahwa "kemarahan duta besar Israel muncul dari fakta kalau sampul Espresso mengungkap genosida di Gaza, pendudukan ilegal Tepi Barat, perang kriminal terhadap Iran, dan serangan ke Lebanon."
Para aktivis menunjukkan kalau "tentara dan pemukim dengan mudah mengunggah gambar yang bahkan lebih brutal dan menyimpang daripada gambar ini,".
"Yang seharusnya membuat mereka malu adalah apa yang mereka lakukan di lapangan, bukan foto sampulnya," tulis satu komentar.
Sebagian dari mereka bertanya: "Mengapa tentara Israel membunuh lebih banyak jurnalis daripada gabungan semua tentara negara lain?"
(oln/khbrn/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PELECEHAN-Sampul-majalah-Italia-yang-judul-dengan-makna-pelecehan.jpg)