Iran Vs Amerika Memanas
Dino Patti Djalal Sentil Peran Indonesia di Konflik AS-Iran: Saatnya Middle Power Ambil Kendali
Dino Patti Djalal dorong Indonesia ambil peran sebagai kekuatan menengah di tengah konflik global dan pergeseran tatanan dunia
Ringkasan Berita:
- Dino Patti Djalal menegaskan Indonesia perlu memainkan peran sebagai kekuatan menengah di tengah konflik global, termasuk ketegangan AS–Iran
- Ia menilai pergeseran tatanan dunia memberi ruang bagi negara dengan kapasitas diplomatik untuk lebih berpengaruh
- Karena itu, Indonesia didorong segera merumuskan strategi agar posisi tawarnya semakin kuat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal mengingatkan pentingnya Indonesia mengambil peran strategis sebagai kekuatan menengah atau middle power dalam merespons dinamika konflik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Dino menyebut bahwa pergeseran tatanan dunia saat ini memberikan ruang bagi negara-negara dengan kapasitas ekonomi dan diplomatik tertentu untuk lebih aktif menentukan arah kebijakan internasional.
"Kita sedang melihat sebuah tren dalam hubungan internasional di mana sekelompok negara dengan ukuran tertentu, bobot tertentu, dan ambisi ada sekitar 20 dari mereka memukul di atas beratnya," ujar Dino dalam diskusi FPCI bersama sejumlah diplomat dunia di Hotel St Regist, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini menyoroti bagaimana kekuatan menengah kini mampu mengimbangi dominasi negara adidaya. Ia memberikan contoh konkret pada situasi konflik AS melawan Iran.
"Kita melihat itu sebagai contoh dalam perang saat ini yang kita hadapi sekarang. Anda lihat perang AS-Iran. Apa itu? Itu adalah perang antara kekuatan super dan kekuatan menengah, dan Amerika Serikat tidak memenangkan perang itu," tegasnya.
Baca juga: Hari ke-45 Perang Iran: Trump Blokade Iran, IRGC Meradang: Militer AS Bakal Terjebak di Pusaran Maut
Dino menambahkan bahwa dalam tatanan dunia baru, keberhasilan sebuah diplomasi atau resolusi konflik tidak lagi hanya bergantung pada negara besar, melainkan juga peran mediator dari negara menengah lainnya.
Ia merujuk pada peran Pakistan dalam mendinginkan suasana di Timur Tengah.
"Ada ketakutan bahwa yang lain akan ikut bergabung, kekuatan menengah lainnya yaitu Arab Saudi. Tapi mediatornya adalah kekuatan menengah lainnya yaitu Pakistan," lanjut Dino.
Bagi Dino, status Indonesia saat ini sudah sangat jelas berada di posisi tersebut. Ia mendesak pemerintah untuk segera merumuskan langka agar posisi tawar Indonesia semakin diperhitungkan.
Dino meyakini bahwa pengembangan strategi ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia. Yakni, strategi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
"Seruan FPCI untuk pemerintah Indonesia adalah bahwa lihat, kita jelas merupakan kekuatan menengah sekarang. Dan sangat penting bagi kita untuk mengembangkan strategi kekuatan menengah," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Wawancara-Khusus-Dino-Patti-Djalal_20260207_180125.jpg)