Iran Vs Amerika Memanas
Peringatan dari IMF dan Bank Dunia: Harga BBM dan Pupuk Bakal Meroket dalam Jangka Waktu yang Lama
Ketiga lembaga tersebut menyebut dampak perang di Timur Tengah adalah substansial, global dan sangat asimetris. Meski blokade dibuka belum tentu pulih
Ringkasan Berita:
- Blokade yang dimulai secara efektif pada pukul 10.00 pagi waktu setempat ini langsung memicu gelombang kemarahan besar di ibu kota Iran.
- Ketiga lembaga tersebut mengatakan dampak perang di Timur Tengah adalah substansial, global, dan sangat asimetris
- Bahkan setelah arus kembali normal tetap akan membutuhkan waktu bagi pasokan global komoditas utama untuk pulih
TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Grup Bank Dunia memperingatkan bahwa harga bahan bakar dan pupuk bakal tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama bahkan jika arus pengiriman normal melalui Selat Hormuz kembali pulih, dengan alasan kerusakan rantai pasokan dan keterlambatan dalam memulihkan arus komoditas global.
Baca juga: AS Blokade Selat Hormuz, Kapal Tanker China Lancar Jaya Melintas, Bagaimana Nasib Kapal Pertamina?
Dalam pernyataan bersama, ketiga lembaga tersebut mengatakan dampak perang di Timur Tengah adalah substansial, global, dan sangat asimetris yang secara tidak proporsional memengaruhi importir energi, khususnya negara-negara berpenghasilan rendah.
Mereka mengatakan guncangan tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, meningkatkan kekhawatiran tentang ketahanan pangan dan kehilangan pekerjaan, sementara beberapa produsen di kawasan itu juga mengalami kerugian besar dalam pendapatan ekspor.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pengiriman melalui Selat Hormuz belum normal dan memperingatkan bahwa bahkan setelah arus kembali normal tetap akan membutuhkan waktu bagi pasokan global komoditas utama untuk pulih ke tingkat sebelum konflik.
Ditambahkan bahwa kekurangan input penting yang disebabkan oleh gangguan pasokan dapat meluas ke sektor energi, pangan, dan sektor lainnya, sementara pengungsi paksa, lapangan kerja yang lebih lemah, dan penurunan perjalanan dan pariwisata juga mungkin membutuhkan waktu untuk pulih.
“Hari ini, kami membagikan penilaian terbaru kami, menjelang rilis Laporan Pasar Minyak bulanan IEA dan Prospek Ekonomi Dunia IMF pada hari Selasa, 14 April. Kami juga membahas situasi negara-negara yang paling terdampak oleh guncangan tersebut serta tanggapan dari lembaga-lembaga kami,” kata pernyataan itu dikutip dari Anadolu, Selasa(14/4/2026).
“Tim kami bekerja sama erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing dan membantu negara-negara melalui saran kebijakan yang disesuaikan dan, dalam kasus IMF dan Bank Dunia, dukungan keuangan jika diperlukan.” tambah pernyataan tersebut.
Lembaga-lembaga tersebut mengatakan mereka akan terus mengoordinasikan dukungan untuk negara-negara anggota dan memantau dampak perang terhadap pasar energi dan ekonomi global.
“Kami akan terus memantau dengan cermat dan menilai dampak perang terhadap pasar energi, ekonomi global, dan masing-masing negara, serta mengoordinasikan respons dan dukungan kami kepada negara-negara anggota—bekerja sama dengan, dan memanfaatkan, keahlian organisasi internasional lainnya sesuai kebutuhan untuk meletakkan dasar bagi pemulihan yang tangguh yang memberikan stabilitas, pertumbuhan, dan lapangan kerja,” ujar pernyataan itu.
Baca juga: Iran Kenakan Biaya Tol ke Kapal-kapal Sekutu AS yang Melintas Selat Hormuz
Situasi di kawasan Timur Tengah kini kembali memanas setelah Amerika Serikat secara resmi memberlakukan blokade laut total di Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026) pagi.
Langkah drastis ini sendiri diambil oleh Presiden AS Donald Trump menyusul kegagalan total perundingan damai antara kedua negara yang dipertemukan di Islamabad, Pakistan.
Sebelumnya, sempat muncul harapan melalui pengumuman gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati oleh kedua negara.
Namun, pada akhirnya di hari Minggu pagi delegasi AS memutuskan untuk pulang tanpa kesepakatan apa pun setelah negosiasi dengan pihak Iran menemui jalan buntu.
Blokade yang dimulai secara efektif pada pukul 10.00 pagi waktu setempat ini langsung memicu gelombang kemarahan besar di ibu kota Iran. (Anadolu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SELAT-HORMUZ121232.jpg)