Iran Vs Amerika Memanas
China Turun Tangan, Xi Jinping Bongkar 4 Jurus Redam Perang Timur Tengah, Apa Isinya?
Xi Jinping tawarkan 4 jurus damai redam konflik Timur Tengah. Di tengah perang AS-Iran, China perkuat kerja sama dengan UEA dorong stabilitas kawasan.
Ringkasan Berita:
- Xi Jinping menawarkan empat solusi utama: hidup damai, hormati kedaulatan, tegakkan hukum internasional, dan seimbangkan keamanan dengan pembangunan.
- China dan Uni Emirat Arab memperluas kolaborasi di sektor energi, teknologi, dan transportasi, termasuk ekspansi rute Etihad Airways.
- China dorong kerja sama regional dan perjanjian dagang dengan negara Teluk, sekaligus memperkuat pengaruh ekonomi dan peran diplomatik di kawasan.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden China, Xi Jinping, mengajukan empat usulan strategis untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Usulan tersebut disampaikan Xi saat menerima kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, di Beijing pada Selasa (14/4/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya diplomatik China untuk meredam eskalasi konflik yang terus memicu ketegangan global.
Adapun usulan yang dilontarkan Xi yakni menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui pendekatan damai dan penghormatan terhadap aturan internasional.
Xi menekankan pentingnya hidup berdampingan secara damai agar negara-negara di kawasan tidak terus terjebak dalam pola saling serang yang memperburuk situasi keamanan.
Usulan yang kedua yakni penegasan terhadap penghormatan kedaulatan negara bertujuan mencegah campur tangan asing yang kerap menjadi pemicu konflik baru.
Dengan menjaga batas wilayah dan kekuasaan masing-masing negara, diharapkan ketegangan dapat ditekan dan kepercayaan antarnegara dapat dibangun kembali.
Selanjutnya Xi juga menyoroti pentingnya penegakan hukum internasional secara konsisten. Ia menilai bahwa penerapan aturan global yang tidak merata hanya akan memperbesar ketidakadilan dan memicu konflik lanjutan.
Oleh karena itu, semua pihak diminta mematuhi hukum internasional tanpa pengecualian, guna mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas.
Terakhir Xi menekankan bahwa perdamaian tidak bisa dipisahkan dari pembangunan ekonomi.
Menurutnya, stabilitas keamanan harus berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi agar negara-negara di Timur Tengah memiliki pondasi yang kuat untuk menjaga perdamaian.
Secara keseluruhan, empat usulan tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan antara keamanan, keadilan, dan pembangunan.
China berharap pendekatan ini dapat membuka jalan bagi dialog yang lebih konstruktif serta mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.
Baca juga: Iran Seret 5 Negara Arab ke PBB, Tuntut Bayar Ganti Rugi Atas Serangan AS-Israel
China-UEA Perkuat Hubungan
Lebih lanjut di tengah konflik Timur Tengah yang bergejolak, Xi menyatakan kesiapan China untuk memperdalam kerjasama strategis dengan Uni Emirat Arab.
Upaya memperluas kerja sama ini juga ditegaskan oleh Perdana Menteri China, Li Qiang, yang sehari sebelumnya menyatakan bahwa Beijing terbuka untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor strategis.