Iran Vs Amerika Memanas
Kapal Induk USS Abraham Lincoln Cuma 200 Km dari Pantai Iran, AS Bersiap Serang Teheran Lagi?
Jarak 200 Km ini adalah jarak terdekat kapal perang AS tersebut dengan Iran sejak perang dimulai pada akhir Februari.
Kapal Induk USS Abraham Lincoln Cuma 200 Km dari Pantai Iran, AS Bersiap Berserang Teheran Lagi?
Ringkasan Berita:
- Mengapa USS Abraham Lincoln bergerak sedekat ini ke Iran, dan apa yang diisyaratkan?
- Menurut laporan, kapal perang itu hanya berjarak 200 km dari pantai Iran.
- Di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz, apakah kapal induk AS ini menjalankan blokade Trump terhadap jalur air vital tersebut?
TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi dalam perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sepertinya masih jauh dari kata mereda.
Setelah drama gencatan senjata dan negosiasi yang gagal, kedua kubu kini memusatkan kosentrasi militer mereka di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan dunia yang menjadi rawan bagi kapal-kapal komersial dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Blokade Laut AS Terhadap Pelabuhan-Pelabuhan Iran Dimulai, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Iran menyatakan meneruskan blokade Selat Hormuz dengan memberlakukan tarif transit bagi kapal yang melintas di jalur tersebut, hal yang memicu lonjakan harga komoditas dunia, utamanya minyak dan komoditas energi.
Belakangan, AS merespons dengan cara memblokade Selat Hormuz bagi kapal-kapal dari dan menuju ke Iran, dengan maksud mengisolir jalur perairan Iran dengan dunia luar.
Situasi gencatan senjata yang kabarnya diperpanjang hingga 21 April mendatang, belakangan menunjukkan ketegangan baru saat citra satelit menunjukkan USS Abraham Lincoln, kapal induk AS kelas Nimitz bertenaga nuklir dengan dek penerbangan seluas 4,5 hektar, berada di tepi timur Teluk Oman, sekitar 200 kilometer selatan garis pantai Iran.
Jarak 200 Km ini adalah jarak terdekat kapal perang AS tersebut dengan Iran sejak perang dimulai pada akhir Februari.
Menurut laporan BBC, dua kapal tambahan yang terlihat dalam citra tersebut memiliki ukuran dan bentuk yang konsisten dengan kapal perusak rudal dan kemungkinan merupakan bagian dari kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln, meskipun identitas pastinya belum dikonfirmasi.
Dimulainya Blokade oleh AS
Pada Senin pukul 14.00 GMT, blokade maritim Amerika Serikat terhadap Iran mulai berlaku, menargetkan kapal-kapal yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran dan daerah pesisir di Teluk.
Presiden Donald Trump memerintahkan blokade tersebut setelah gagalnya perundingan perdamaian di Islamabad pada akhir pekan kemarin.
Dalam blokade itu, AS memperingatkan kalau kapal-kapal Iran yang menantangnya akan dihancurkan.
Langkah ini dilakukan meskipun gencatan senjata selama dua minggu telah disepakati beberapa hari sebelumnya, di mana mediator Pakistan dan Qatar secara terbuka menyerukan kedua belah pihak untuk menghormati gencatan senjata tersebut sementara upaya diplomatik terus berlanjut.
Iran Ancam Tembak USS Abraham Lincoln
Kepala Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, mengatakan pada 29 Maret kalau USS Abraham Lincoln akan menjadi sasaran begitu berada dalam jangkauan tembak.
"Begitu kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln berada dalam jangkauan tembak, kami akan membalas darah para martir kapal perang Dena dengan meluncurkan berbagai jenis rudal laut-ke-laut," katanya, merujuk pada fregat Iran yang ditenggelamkan AS pada 4 Maret.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-induk-kelas-Nimitz-USS-Abraham-Lincoln-CVN-72.jpg)