Rabu, 3 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelensky Ungkap Kekecewaan: AS Dinilai Sibuk Urus Perang Iran, Ukraina Mulai Ditinggalkan

Zelensky kecewa AS dinilai lebih fokus ke Iran. Negosiasi damai mandek, bantuan senjata terancam berkurang, Ukraina mulai cari dukungan baru global.

Tayang:

Selain isu diplomasi, Zelensky juga menyoroti masalah bantuan militer dari Amerika Serikat yang dianggap semakin terbatas di tengah perang yang masih berlangsung dengan Rusia.

Menurut Zelensky, salah satu masalah paling krusial adalah berkurangnya pasokan sistem pertahanan udara dari Amerika Serikat.

Peralatan ini dinilai sangat penting untuk melindungi wilayah Ukraina dari serangan rudal dan drone yang terus terjadi.

Ia menegaskan bahwa tanpa dukungan tersebut, kemampuan Ukraina untuk menahan serangan Rusia akan semakin melemah, terutama jika perang terus berlanjut dalam jangka panjang.

Zelensky memperingatkan bahwa semakin lama konflik berlangsung, semakin besar risiko berkurangnya stok senjata yang dibutuhkan Ukraina di medan perang.

“Jika perang berlanjut, akan ada lebih sedikit senjata untuk Ukraina. Ini sangat penting,” ujar Zelensky.

Penurunan bantuan senjata dinilai dapat berdampak langsung pada kemampuan Ukraina dalam menghadapi serangan udara dan menjaga infrastruktur penting dari kehancuran.

Tanpa pasokan yang stabil, Ukraina berisiko mengalami tekanan militer yang lebih besar, sementara Rusia dapat mempertahankan intensitas serangannya.

Pernyataan ini mencerminkan ketergantungan Ukraina terhadap dukungan militer dari sekutu Barat, khususnya Amerika Serikat, dalam menjaga keseimbangan kekuatan di medan perang.

Ukraina Cari Bala Bantuan

Di tengah kebuntuan atas sikap AS dan tekanan perang yang belum mereda dengan Rusia, Pemerintah Ukraina mulai mengambil langkah strategis dengan memperluas kerjasama pertahanan global.

Termasuk mendorong kerja sama jangka panjang dengan sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi militer sekaligus menjaga stabilitas dukungan internasional.

Dengan menjalin kemitraan baru, Ukraina berupaya memastikan pasokan sumber daya strategis tetap tersedia, termasuk energi dan teknologi pertahanan.

Dalam kesepakatan tersebut, Ukraina menawarkan keahlian di bidang teknologi militer, termasuk sistem peperangan elektronik dan pengalaman menghadapi serangan drone serta rudal.

Sebagai imbalannya, negara mitra memberikan dukungan dalam bentuk pasokan energi seperti minyak dan solar, yang sangat dibutuhkan untuk menjaga operasional militer dan stabilitas dalam negeri.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved