Iran Vs Amerika Memanas
Iran Balas Keras Blokade Trump, Ancam Lumpuhkan Laut Merah dan Jalur Perdagangan Dunia
Iran balas keras blokade AS di Hormuz, ancam ganggu Laut Merah dan jalur dagang dunia. Ketegangan global makin memanas, dunia waswas krisis energi.
Ringkasan Berita:
- Iran ancam akan memperluas aksi balasan terhadap blokade AS di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan pengetatan akses di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah.
- Militer Iran menegaskan akan mengambil tindakan terhadap kapal yang dianggap melanggar wilayah atau mendekati zona blokade, sebagai upaya melindungi kedaulatan dan jalur ekonominya.
- Selat Hormuz yang menjadi jalur utama minyak dunia berpotensi terganggu, memicu risiko kenaikan harga energi, gangguan logistik, dan ancaman ekonomi global..
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat tajam setelah militer Iran mengeluarkan ancaman balasan terkait blokade yang diberlakukan AS di kawasan Selat Hormuz.
Iran memperingatkan bahwa jika tekanan militer dan ekonomi terus berlanjut, mereka siap memperluas respons dengan mengganggu jalur perdagangan global di kawasan strategis, termasuk Laut Merah, Teluk Persia, dan Laut Oman.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan pada Rabu (15/4/2026) melalui siaran televisi pemerintah Iran.
Dalam keterangan itu, Iran menegaskan bahwa langkah AS yang melakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran dianggap sebagai tindakan provokatif yang dapat memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Kepala pusat komando militer Iran, Ali Abdollahi, menyebut bahwa kebijakan blokade AS berpotensi mengganggu stabilitas gencatan senjata yang masih berlangsung.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam apabila jalur ekspor dan impor negara tersebut terus ditekan oleh Amerika Serikat melalui operasi militer di laut.
Menurut Abdollahi, jika kondisi tersebut terus berlanjut, Iran dapat mengambil langkah ekstrem dengan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan maritim di kawasan Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah.
Hal ini mencakup pembatasan terhadap kapal dagang dan tanker minyak yang melintas di wilayah tersebut.
“Angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk terus berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, atau Laut Merah,” tegas Abdollahi dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Tasnim.
Ia juga memperingatkan bahwa tindakan AS yang dianggap menciptakan ketidakamanan di jalur pelayaran internasional dapat menjadi pemicu runtuhnya gencatan senjata yang saat ini masih berlaku.
Iran menilai bahwa gangguan terhadap kapal-kapal dagang dan tanker minyak merupakan ancaman langsung terhadap perekonomian nasional mereka.
Iran Akan Serang Kapal yang Langgar Wilayah Lautnya
Lebih lanjut, militer Iran menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar wilayah atau mendekati zona blokade.
Baca juga: Selat Hormuz Dijejali Ranjau Laut Iran, Bagaimana Cara Angkatan Laut AS Membersihkannya?
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya tekanan militer dan kebijakan blokade yang dilakukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Iran menegaskan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk melindungi kedaulatan wilayah lautnya sekaligus menjaga jalur ekonomi utama yang menjadi urat nadi perdagangan negara.
Selain itu, langkah tegas ini juga dimaksudkan untuk memberikan efek pencegahan agar kapal asing tidak memasuki atau mendekati area yang dianggap sensitif dan berpotensi menimbulkan ancaman keamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bendera-Iran-32039.jpg)