Jumat, 17 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Intel Bocor! Iran Gunakan Satelit China untuk Lacak dan Kunci Target Serangan ke Pangkalan AS

Laporan FT ungkap Iran pakai satelit China untuk memantau dan menyerang pangkalan AS, picu kekhawatiran eskalasi konflik global.

Ringkasan Berita:
  • Iran dilaporkan menggunakan satelit mata-mata buatan China untuk menargetkan pangkalan AS.
  • Dokumen bocor menunjukkan IRGC memanfaatkan sistem ini saat serangan Maret.
  • Temuan ini memicu kekhawatiran baru soal keterlibatan China dalam konflik.

 

TRIBUNNEWS.COM - Laporan terbaru mengungkap dugaan keterlibatan teknologi luar negeri dalam konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat (AS).

Investigasi Financial Times menyebut, Iran menggunakan satelit mata-mata buatan China untuk menargetkan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

CNN melaporkan, temuan tersebut dibahas dalam wawancara antara jurnalis FT Demetri Sevastopulo dan Erin Burnett terkait penggunaan teknologi satelit dalam konflik terbaru.

Satelit China Digunakan untuk Operasi Militer

Menurut laporan tersebut, Iran memperoleh satelit TEE-01B yang diproduksi perusahaan China Earth Eye Co pada 2024.

Satelit ini awalnya dikembangkan untuk kebutuhan sipil seperti pertanian dan manajemen bencana.

Dokumen militer yang bocor menunjukkan satelit tersebut kemudian digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk kepentingan militer.

Reuters melaporkan, IRGC diduga mengambil alih kendali satelit dan menggunakannya untuk memantau target strategis AS.

Pantau Pangkalan AS Sebelum dan Sesudah Serangan

Baca juga: Aset Iran Dibekukan Capai 100 Miliar Dolar AS, Di Mana Disimpan dan Mengapa Sulit Dicairkan?

Data citra satelit yang dianalisis menunjukkan aktivitas pemantauan intensif terhadap sejumlah pangkalan militer AS.

Di antaranya termasuk Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi serta fasilitas militer di Yordania, Bahrain, dan Irak.

Financial Times melaporkan citra tersebut diambil sebelum dan sesudah serangan drone serta rudal Iran pada Maret.

Serangan itu dilaporkan merusak sejumlah aset militer, termasuk pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS.

IRGC Diduga Gunakan Satelit untuk Pandu Serangan

Para analis menilai, penggunaan satelit ini memberi keunggulan signifikan bagi Iran dalam perang.

Ahli Iran dari Institut Studi Politik Paris, Nicole Grajewski, mengatakan satelit tersebut memungkinkan IRGC mengidentifikasi target lebih awal dan mengevaluasi hasil serangan.

Hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan intelijen militer Iran melalui dukungan teknologi eksternal.

Transfer Diam-diam dan Keterkaitan China

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved