Iran Vs Amerika Memanas
Perang AS dan Iran Segera Berakhir, Kini Trump Umumkan Pembukaan Selat Hormuz
Para negosiator AS dan Iran dilaporkan telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan mengakhiri perang. Donald Trump juga telah membuka Selat Hormuz.
Komentar Vance sangat penting karena wakil presiden tersebut tidak bernegosiasi langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Jika kesepakatan kerangka kerja tercapai, gencatan senjata perlu diperpanjang untuk menegosiasikan rincian kesepakatan komprehensif.
"Detailnya rumit — Anda tidak bisa melakukannya dalam dua hari," ucap seorang pejabat AS.
"AS belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata. Upaya untuk mencapai kesepakatan terus berlanjut antara AS dan Iran," lanjutnya.
Trump Buka Selat Hormuz
Kabar perdamaian AS dengan Iran ini diperkuat dengan keputusan Trump yang mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara permanen pada Rabu (15/4/2026).
Langkah ini praktis mengakhiri blokade Angkatan Laut AS yang sempat membuat harga minyak dunia bergejolak.
Baca juga: Aset Iran Dibekukan Capai 100 Miliar Dolar AS, Di Mana Disimpan dan Mengapa Sulit Dicairkan?
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump mengungkapkan bahwa keputusan besar ini diambil setelah adanya "kesepakatan maut" antara AS dan China.
Kabarnya, Beijing telah berjanji untuk menyetop total seluruh pasokan senjata ke Iran.
"Kita bekerja sama dengan sangat cerdas," ujar Trump memuji hubungannya dengan Presiden Xi Jinping, mengutip WANA News Agency.
Trump bahkan sudah menjadwalkan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dalam waktu dekat dan mengaku menantikan sambutan meriah di sana.
Meski terlihat mulai melunak demi stabilitas ekonomi global, bukan Trump namanya jika tidak memberikan gertakan.
Di akhir pernyataannya, ia tetap memberikan peringatan keras kepada lawan-lawannya.
"Militer Amerika adalah yang terkuat di dunia. Kami siap tempur kapan saja jika memang diperlukan," tegasnya.
Pencabutan blokade ini diharapkan menjadi angin segar bagi pasar global yang sempat tercekik akibat terganggunya jalur distribusi minyak di kawasan Timur Tengah tersebut.
(Tribunnews.com/Whiesa)