Iran Vs Amerika Memanas
Trump Beri Sinyal Damai, Apakah AS dan Iran Bakal Benar-benar Hentikan Perang?
Presiden AS, Donald Trump memberikan sinyal perdamaian dengan Iran. Bahkan, Trump menyebut pembicaraan damai berlangsung akhir pekan ini.
"Semua itu membuktikan bahwa gencatan senjata ini tidak nyata," tegas Khamenei dalam keterangannya yang dikutip dari WANA News Agency.
Sikap skeptis ini juga berakar dari pengalaman pahit Iran selama setahun terakhir.
Teheran tercatat telah melakukan dua kali putaran negosiasi dengan Washington, namun kedua proses diplomasi tersebut justru berakhir dengan serangan militer AS terhadap wilayah Iran.
Sentimen publik di Iran pun disebut tengah berada di titik terendah terkait opsi diplomasi.
Masyarakat yang telah melewati 40 malam di bawah bayang-bayang bom merasa khawatir jika pemerintah kembali duduk di meja perundingan dengan AS.
Baca juga: Hegseth Peringatkan Blokade Iran Berlanjut Selama Diperlukan, AS Siaga Bom Fasilitas Energi!
"Bernegosiasi dengan Amerika Serikat, bahkan untuk urusan nuklir sekalipun, adalah sebuah jalan buntu," tulis WANA mengutip pandangan mendiang pemimpin Iran sebelumnya.
Di tengah ketidakpastian ini, Khamenei menekankan bahwa kekuatan utama Iran bukan hanya terletak pada kekuatan militer, melainkan pada dukungan rakyat.
Kehadiran massa di jalan-jalan selama masa konflik dianggap sebagai faktor kunci yang memberikan posisi tawar lebih bagi Iran di kancah internasional.
Meski negosiasi formal dilakukan di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, kekhawatiran publik tetap menjadi ganjalan besar bagi pemerintah Iran untuk benar-benar mempercayai janji-janji diplomatik dari pihak Barat.
(Tribunnews.com/Whiesa)