Sabtu, 18 April 2026

Skandal Two Oceans Marathon, 2 Pelari Pria Nyamar di Kategori Putri dan Finis 10 Besar

Skandal maraton Afrika Selatan! Dua pria menyusup ke kategori putri, finis 10 besar sebelum akhirnya didiskualifikasi.

Ringkasan Berita:
  • Dua pelari pria didiskualifikasi dari Maraton Two Oceans setelah terbukti berlomba di kategori putri menggunakan nomor peserta perempuan.
  • Kecurangan ini membuat posisi 10 besar berubah dan memicu penyelidikan disiplin.
  • Panitia menilai praktik ini tidak etis dan berisiko bagi keselamatan peserta.

 

TRIBUNNEWS.COM - Dua pelari pria didiskualifikasi dari lomba bergengsi Two Oceans Marathon setelah terbukti berkompetisi di kategori putri dan bahkan finis di posisi 10 besar.

Peristiwa ini terjadi dalam ajang yang digelar di Cape Town, Afrika Selatan pada 12 April, yang diikuti lebih dari 16.000 peserta dan dikenal sebagai salah satu maraton paling ikonik di Afrika Selatan.

Al Jazeera melaporkan, kedua pelari tersebut, Luke Jacobs dan Nic Bradfield, finis di posisi ketujuh dan kesepuluh dalam kategori setengah maraton putri sebelum akhirnya didiskualifikasi.

Modus Tukar Nomor Peserta Terungkap

Kecurangan ini dilakukan dengan cara menukar nomor dada atau bib, yakni identitas resmi peserta lomba yang digunakan untuk pencatatan waktu dan verifikasi.

Jacobs diketahui menggunakan nomor milik Larissa Parekh, sementara Bradfield menggunakan nomor milik Tegan Garvey.

Associated Press melaporkan bahwa praktik ini awalnya tidak terdeteksi hingga seorang anggota dewan maraton menemukan kejanggalan dari unggahan foto di media sosial.

Dalam foto tersebut, Jacobs terlihat mengenakan nomor dengan nama “Larissa”, yang kemudian memicu penyelidikan lebih lanjut oleh panitia.

Teknologi dan Data Ungkap Kecurangan

Selain bukti visual, data dari chip elektronik yang tertanam dalam nomor peserta turut mengungkap ketidaksesuaian hasil lomba.

Petugas mencatat hanya 10 pelari wanita yang melintasi garis finis, namun data menunjukkan adanya dua peserta lain yang juga mencatat waktu finis tanpa terpantau secara langsung.

Perbedaan ini menjadi kunci terungkapnya fakta bahwa dua pria telah berlari di kategori putri, menggantikan peserta perempuan yang terdaftar.

Akibatnya, dua pelari wanita yang sebelumnya berada di luar 10 besar akhirnya diakui kembali sebagai finisher sah.

Baca juga: Menpora Dukung Malang Half Marathon 2026, Dorong Tren Lari dan Sport Tourism

Ancaman Sanksi dan Larangan Bertanding

Anggota dewan maraton, Stuart Mann, menyatakan bahwa keempat individu yang terlibat—dua pelari pria dan dua wanita—akan menghadapi proses disiplin.

Mereka berpotensi menerima larangan hingga dua tahun untuk mengikuti ajang tersebut.

Mann menegaskan bahwa praktik pertukaran nomor peserta bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berbahaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved