Konflik Rusia Vs Ukraina
Indonesia-Malaysia Berburu Minyak ke Rusia, tapi Emas Hitam Moskow Jadi Target Serangan Ukraina
Indonesia-Malaysia lirik minyak Rusia di tengah krisis global, serangan Ukraina tambah risiko energi.
Beredarnya sejumlah pemberitaan dengan judul sensasional terkait harga minyak Rusia untuk Indonesia menuai sorotan. Narasi seperti “Rusia Enggan Beri Diskon” hingga “Harga Jadi Lebih Tinggi” dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan fakta yang sebenarnya.
Berdasarkan penelusuran akun Cek Fakta RI, judul-judul tersebut disebut membelokkan konteks pernyataan resmi dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia pun memberikan klarifikasi bahwa informasi yang beredar tidak menggambarkan pernyataan secara utuh. Kutipan dalam sejumlah pemberitaan dinilai diambil di luar konteks sehingga memicu interpretasi yang keliru.
“Pada prinsipnya, Rusia tetap terbuka untuk menjalin kerja sama energi dengan Indonesia secara berkelanjutan. Penetapan harga dilakukan melalui mekanisme bisnis yang mengikuti dinamika pasar global,” tulis Cek Fakta RI dalam unggahannya, dikutip Minggu (19/4/2026).
Pihak Kedutaan juga menegaskan bahwa pembahasan harga minyak tidak ditentukan secara sepihak, melainkan melalui skema business-to-business antara entitas terkait di kedua negara.
Selain itu, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow disebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama strategis di sektor energi, khususnya minyak dan gas.
“Komitmen kedua negara untuk memperluas kemitraan strategis di bidang tersebut sangat kuat. Format kerja sama tertentu saat ini sedang dibahas, sesuai dengan mekanisme bisnis yang berlaku,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Rusia di Indonesia.
Klarifikasi ini sekaligus meredam spekulasi publik terkait isu harga minyak, serta menegaskan bahwa hubungan energi Indonesia dan Rusia tetap berjalan dalam koridor kerja sama yang terbuka dan profesional.
Di tengah dinamika geopolitik global, pemerintah Indonesia terus mengedepankan pendekatan pragmatis dalam menjaga ketahanan energi nasional, termasuk menjalin kemitraan dengan berbagai negara.
Baca juga: RI Dapat Pasokan Minyak Rusia, Pakar Sebut Upaya Pemerintah Kurangi Konsentrasi Impor
Malaysia Siap Negosiasi Minyak dengan Rusia
Pemerintah Malaysia membuka peluang kerja sama energi dengan Rusia guna memastikan pasokan minyak dalam negeri tetap aman di tengah gejolak geopolitik global.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa perusahaan energi nasional PETRONAS akan melakukan negosiasi langsung dengan Rusia untuk pembelian minyak mentah.
Menurut Anwar, hubungan baik antara Malaysia dan Rusia menjadi modal penting dalam menjalin kerja sama tersebut, terutama saat banyak negara kini berlomba mendapatkan pasokan energi.
“Hubungan kita dengan Rusia tetap baik. Karena itu, tim PETRONAS bisa bernegosiasi dengan mereka,” ujar Anwar dalam keterangannya saat peresmian terminal baru Bandara Sultan Ismail Petra di Kota Bharu, Sabtu (18/4/2026).
Ia juga menyoroti perubahan sikap sejumlah negara Barat yang sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, namun kini justru ikut bersaing membeli minyak dari negara tersebut.
Di tengah ketegangan global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa, Anwar mengungkapkan bahwa pemerintah Malaysia bergerak cepat melalui jalur diplomasi untuk menjaga kelancaran distribusi energi.