Konflik Rusia Vs Ukraina
Indonesia-Malaysia Berburu Minyak ke Rusia, tapi Emas Hitam Moskow Jadi Target Serangan Ukraina
Indonesia-Malaysia lirik minyak Rusia di tengah krisis global, serangan Ukraina tambah risiko energi.
Salah satu langkah krusial adalah memastikan kapal tanker minyak Malaysia dapat melintasi Selat Hormuz yang sempat terdampak konflik.
“Alhamdulillah, tanker PETRONAS berhasil tiba dengan selamat di kompleks Pengerang. Ini penting karena proses pengolahan hanya bisa dilakukan di sana,” jelasnya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Anwar, merupakan hasil komunikasi awal pemerintah Malaysia dengan pihak Iran di tengah negosiasi internasional yang masih berlangsung terkait keamanan jalur tersebut.
Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa kapal Malaysia yang mengalami kendala seperti keterlambatan dan kerusakan, namun pemerintah terus berupaya mengatasinya.
Anwar juga menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memenuhi kebutuhan energi domestik sebelum membantu negara lain.
“Jika ada kelebihan, kita akan bantu negara sahabat. Jika tidak, kita utamakan kebutuhan rakyat kita terlebih dahulu,” tegasnya.
Langkah Malaysia ini mencerminkan strategi adaptif negara-negara di tengah krisis energi global, dengan memperluas sumber pasokan dan memperkuat diplomasi energi demi menjaga stabilitas nasional.
‘Emas Hitam’ Jadi Target Serangan Ukraina
Namun, upaya Indonesia dan Malaysia mendapatkan minyak dari Rusia bukan tanpa hambatan. ‘Emas Hitam’ menjadi target serangan Ukraina.
Terbaru, Militer Ukraina melancarkan serangan terhadap empat fasilitas industri minyak penting milik Rusia dalam operasi semalam pada 18 April 2026.
Serangan ini disebut sebagai bagian dari upaya melemahkan kemampuan militer dan ekonomi Moskow.
Dalam pernyataan resmi, Staf Umum Ukraina menyebut target serangan mencakup kilang minyak di Novokuybyshevsk dan Syzran di wilayah Samara, terminal minyak di Leningrad, serta stasiun pemompaan minyak di Tikhoretsk, Krasnodar.
Serangan tersebut diyakini menargetkan infrastruktur yang berperan penting dalam mendukung operasional militer Rusia, sekaligus menjadi sumber utama pendapatan negara dari sektor energi.
“Serangan ini merupakan bagian dari kampanye untuk melemahkan kemampuan militer dan ekonomi Rusia,” demikian pernyataan militer Ukraina.
Hingga saat ini, tingkat kerusakan dari serangan tersebut masih dalam tahap evaluasi. Namun, sejumlah kanal Telegram Rusia melaporkan terjadinya kebakaran besar di kilang Novokuybyshevsk usai dugaan serangan drone.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil mencegat sebanyak 258 drone Ukraina dalam serangan yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk Leningrad, Samara, dan Krasnodar. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.