5 Populer Internasional: AS Serang dan Sita Kapal Berbendera Iran - Harga Minyak Kembali Naik
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya AS menyerang dan menyita kapal berbendera Iran di dekat Selat Hormuz
Ringkasan Berita:
- AS menyerang dan menyita kapal berbendera Iran di dekat Selat Hormuz sehingga memicu tuduhan pelanggaran gencatan senjata dari Iran.
- Iran menolak negosiasi di bawah tekanan dan menegaskan hak strategisnya di Selat Hormuz.
- Ketegangan tersebut membuat harga minyak dunia naik tajam hingga berdampak pada negara Asia dan Eropa.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik yang terjadi di Iran masih menjadi sorotan dunia dalam kurun 24 jam terakhir.
AS menyerang dan menyita kapal berbendera Iran, disebut coba hindari blokade di dekat Selat Hormuz.
Iran pun menolak negosiasi dengan AS di bawah tekanan dan menegaskan akan tetap mempertahankan hak strategisnya.
Sementara itu, harga minyak dunia naik pada perdagangan awal, Minggu (19/4/2026), karena kebuntuan antara Iran dan AS.
Berikut berita selengkapnya.
1. AS Serang dan Sita Kapal Berbendera Iran, Disebut Coba Hindari Blokade di Dekat Selat Hormuz
Amerika Serikat (AS) menyerang dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran, Minggu (19/4/2026).
Menurut AS, kapal kargo berbendera Iran telah mencoba menghindari blokade angkatan laut di dekat Selat Hormuz.
Menanggapi serangan AS, komando militer gabungan Iran bersumpah untuk membalas.
Buntut serangan AS itu, menimbulkan pertanyaan tentang gencatan senjata yang rapuh beberapa hari sebelum berakhir.
Saat ini, para mediator berupaya memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pada Rabu (22/4/2026).
Presiden AS Donald Trump melalui media sosial mengatakan bahwa kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS di Teluk Oman memperingatkan kapal berbendera Iran, Touska, untuk berhenti dan kemudian "menghentikan mereka tepat di tempatnya dengan membuat lubang di ruang mesin."
"Marinir AS telah menahan kapal yang dikenai sanksi AS tersebut dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya," kata Trump, Minggu, dilansir AP News.
Sementara, Komando Pusat AS, yang tidak menjawab pertanyaan, mengatakan bahwa kapal perusak tersebut telah mengeluarkan "peringatan berulang kali selama periode enam jam."
Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata
Komando militer gabungan tertinggi Iran, Khatam al-Anbiya, menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menembaki salah satu kapal dagang Iran di Teluk Oman, dan bersumpah akan membalas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kendali-USS-Spruance-DDG-111-mencegat-MV-Touska-milik-Iran-19.jpg)