5 Populer Internasional: AS Serang dan Sita Kapal Berbendera Iran - Harga Minyak Kembali Naik
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya AS menyerang dan menyita kapal berbendera Iran di dekat Selat Hormuz
Gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai 8 April—dengan mediasi Pakistan—memberikan ruang bagi Pentagon untuk memperbaiki sekaligus merelokasi sistem pertahanan tersebut.
Alih-alih kembali ke posisi lama, militer AS memilih menyebarkan sistem secara lebih tersebar untuk mengurangi risiko kehancuran total akibat satu serangan besar.
“Ini bukan sekadar reposisi taktis, tetapi bagian dari desain ulang pertahanan regional,” ujar seorang sumber militer yang mengetahui operasi tersebut. Ia menambahkan bahwa penyebaran sistem secara terpisah bertujuan “membingungkan penargetan musuh dan meningkatkan daya tahan operasional.”
4. Harga Minyak Kembali Naik Imbas Kebuntuan AS-Iran soal Selat Hormuz, Negara di Asia-Eropa Terdampak
Harga minyak dunia naik pada perdagangan awal, Minggu (19/4/2026), karena kebuntuan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mencegah kapal tanker menggunakan Selat Hormuz, jalur air Teluk Persia yang sangat penting bagi pasokan energi global.
Harga minyak mentah AS naik 6,4 persen menjadi $87,90 per barel satu jam setelah perdagangan dilanjutkan di Chicago Mercantile Exchange.
Lalu, harga minyak mentah Brent, standar internasional, naik 5,8 persen menjadi $95,64 per barel.
Reaksi pasar tersebut menyusul lebih dari dua hari harapan yang meningkat dan kekecewaan terkait Selat Hormuz.
Harga minyak mentah anjlok lebih dari 9 persen pada Jumat (17/4/2026) setelah Iran mengatakan akan sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz, yang secara efektif dikuasainya, untuk lalu lintas komersial.
Teheran membatalkan keputusan itu dan menembaki beberapa kapal pada Sabtu (18/4/2026) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku.
Pada Minggu, Trump mengatakan AS menyerang dan secara paksa menyita kapal kargo berbendera Iran yang diduga mencoba menghindari blokade tersebut.
Selanjutnya, komando militer gabungan Iran bersumpah akan membalas.
Negara di Asia dan Eropa Terdampak
Kenaikan harga minyak pada Minggu menghapus sebagian besar penurunan yang terlihat pada Jumat, menandakan munculnya kembali keraguan tentang seberapa cepat kapal akan kembali mengangkut sejumlah besar minyak yang diperoleh dunia dari Timur Tengah.
5. Tembak Mati 7 Anak Kandungnya, Pria AS Tewas Ditembak Polisi saat Larikan Diri
Seorang pria sekaligus ayah di Louisiana, Amerika Serikat (AS), bernama Shamar Elkins (31), menembak mati delapan bocah, termasuk tujuh anak kandungnya, pada Minggu (19/4/2026) waktu setempat.
Dikutip dari Associated Press (AP), pelaku tidak hanya menembak anaknya tetapi juga dua wanita di mana salah satunya adalah istrinya. Akibatnya, korban mengalami luka kritis.
Juru bicara Kepolisian Shreveport, Chris Bordelon, mengungkapkan seluruh korban anak yang tewas berada dalam rentang usia 3-11 tahun.
Dilansir CNN, korban teridentifikasi berinisal JE (3), SE (5), KP (6), LP (7), MP (10), SS (11), KS (6), dan BS (15)
Dia mengatakan pelaku juga tewas setelah dirinya ditembak oleh polisi saat berusaha melarikan diri.
Menurut penyelidikan sementara, diduga motif aksi brutal Elkins adalah karena masalah keluarga.
"Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa, hati saya benar-benar terkejut. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana peristiwa seperti ini bisa terjadi," kata Bordelon.
Dia mengungkapkan peristiwa bermula ketika pada Minggu pagi, Elkins tiba-tiba menembak seorang wanita di salah satu rumah di lingkungan Shreveport, Louisiana.
Lalu, pelaku berpindah ke rumah kedua dan menembak tujuh anak. Lalu satu anak ditemukan tewas di atap yang diduga ditembak saat akan melarikan diri.
Di sisi lain, ada seorang anak yang juga melompat dari atap rumah tersebut dan diperkirakan selamat setelah dibawa ke rumah sakit.
Pada kesempatan yang sama, anggota DPR AS dari Louisiana, Tammy Phelps, menyebut beberapa anak sempat berusaha melarikan diri melalui pintu belakang rumah sebelum ditembak secara brutal oleh Elkins.
"Saya bahkan tidak bisa membayangkan apa yang sebenarnya dihadapi oleh petugas polisi dan tim tanggap darurat saat mereka tiba di sini hari ini," katanya dalam konferensi pers.
(Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kendali-USS-Spruance-DDG-111-mencegat-MV-Touska-milik-Iran-19.jpg)