Minggu, 3 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Beredar Dokumen Ungkap Pasokan Senjata Rusia ke Iran: Jet Tempur Su-35 hingga Rudal Kh-38

Dalam dokumen yang diunggah situs united24media, Rusia disebut memasok jet tempur Su-35 beserta sistem persenjataannya. 

Tayang:
TASS
SUKHOI 35 - Dalam dokumen yang diunggah situs united24media, Rusia disebut memasok jet tempur Su-35 ke Iran beserta sistem persenjataannya.  

Ringkasan Berita:
  • Kerja sama militer Rusia–Iran kini nyata, bukan sekadar spekulasi geopolitik. Dokumen yang terungkap menunjukkan aliran persenjataan strategis dari Moskow ke Teheran hingga 2027, termasuk jet tempur Su-35 beserta sistem senjata
  • Paket ini meningkatkan kemampuan tempur dan daya jangkau Iran dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
  • Jenis rudal seperti Kh-38 hingga K-77 memperkuat kemampuan multi-domain Iran, baik udara, darat, maupun laut.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kerja sama militer antara Rusia dan Iran tidak lagi sekadar spekulasi geopolitik, melainkan mulai menunjukkan bentuk konkret yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. 

Dokumen yang terungkap memperlihatkan adanya aliran persenjataan strategis dari Moskow ke Teheran hingga 2027—sebuah sinyal bahwa konflik regional kini semakin terhubung dengan rivalitas global.

Dalam dokumen yang diunggah situs united24media, Rusia disebut memasok jet tempur Su-35 beserta sistem persenjataannya. 

Paket ini tidak hanya meningkatkan kemampuan tempur Iran, tetapi juga memperluas daya jangkau militernya dalam menghadapi kekuatan udara Amerika Serikat dan Israel. 

“Tujuan mereka jelas—untuk menghancurkan pesawat musuh,” demikian isi dokumen yang dikutip dalam laporan tersebut.

Yang membuat temuan ini signifikan bukan hanya jenis senjata yang dikirim, melainkan kerangka waktunya. 

Pengiriman yang dirancang hingga 2027 menunjukkan adanya perencanaan strategis jangka panjang, bukan respons sementara terhadap konflik yang sedang berlangsung. 

Ini menandakan bahwa Rusia melihat Iran sebagai mitra kunci dalam menghadapi tekanan Barat.

Jenis rudal yang tercantum—mulai dari Kh-38 hingga K-77—merepresentasikan peningkatan kemampuan multi-domain Iran, baik dalam pertempuran udara maupun serangan darat dan laut. 

Sukhoi Su-35 (kode NATO: Flanker-E) dirancang sebagai platform superioritas udara yang juga mumpuni dalam menjalankan misi serangan darat menggunakan sistem radar multimode yang mampu melacak hingga 30 target secara bersamaan. 

Salah satu senjata andalan Su-35 untuk serangan permukaan adalah Kh-38, sebuah keluarga rudal udara-ke-permukaan yang dilengkapi berbagai sistem pemandu, mulai dari laser, inframerah, hingga satelit, tergantung pada kebutuhan misi di lapangan. 

dokumen sdff
Dokumen kerja sama akuisisi alutsista Rusia oleh Iran.

Dengan sistem ini, Iran tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga meningkatkan kemampuan ofensifnya secara signifikan.

Lebih jauh, dokumen tersebut mengungkap rantai produksi industri militer Rusia yang terlibat secara sistematis. 

Dari bahan peledak hingga komponen elektronik, seluruh ekosistem industri pertahanan dikerahkan. Ini menunjukkan bahwa kerja sama tersebut merupakan kebijakan negara, bukan transaksi sporadis antar entitas.

Dalam salah satu dokumen, Iran disebut dengan kode “K10” sebagai penerima akhir sistem senjata tersebut. Penyebutan kode ini menjadi bukti administratif keterlibatan langsung Teheran dalam kontrak tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved