Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Harga Kondom Melejit Imbas Perang Iran, Ini Penjelasan Produsen Global Terbesarnya

Selain faktor biaya, Karex saat ini tengah menghadapi lonjakan permintaan kondom yang sangat signifikan.

Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
(Ho/Campus League)/(astroglide.media.zestyio.com)
HARGA KONDOM NAIK - Ilustrasi kondom. Harga kondom di SELURUH DUNIA diprediksi akan naik karena perang Iran. Tak tanggung-tanggung, raksasa produsen kondom terbesar di dunia yakni Karex Bhd akan menerapkan kenaikan harga sebesar 20 hingga 30 persen. 

Kenaikan mencakup bahan karet sintetis dan nitril untuk bahan baku kondom, hingga material pengemasan dan pelumas seperti aluminium foil serta minyak silikon.

PERANG IRAN LUMPUHKAN INDUSTRI KONDOM - Industri kondom India lumpuh akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah karena kekurangan pasokan bahan baku dan lonjakan biaya produksi. Industri kondom di India sangat bergantung pada pasokan minyak silikon dan amonia, yang menstabilkan lateks mentah.
PERANG IRAN LUMPUHKAN INDUSTRI KONDOM - Industri kondom India lumpuh akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah karena kekurangan pasokan bahan baku dan lonjakan biaya produksi. Industri kondom di India sangat bergantung pada pasokan minyak silikon dan amonia, yang menstabilkan lateks mentah. (HO/IST/dok. financial express)

Meskipun biaya operasional meningkat, Goh memastikan bahwa Karex masih memiliki pasokan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Perusahaan juga berupaya menggenjot hasil produksi demi memenuhi permintaan global yang terus tumbuh.

Kekhawatiran akan kelangkaan produk muncul setelah stok kondom dunia merosot tajam menyusul pemotongan besar-besaran anggaran bantuan luar negeri, terutama oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) pada tahun lalu.

Di awal tahun 2026 sendiri, permintaan kondom tercatat melonjak sekitar 30 persen.

Namun, masalah distribusi di jalur laut semakin memperparah kondisi kekurangan stok di berbagai belahan dunia.

Pengiriman produk Karex ke tujuan utama seperti Eropa dan Amerika Serikat kini memakan waktu hampir dua bulan, dua kali lipat lebih lama dibandingkan durasi normal yang biasanya hanya memakan waktu satu bulan.

"Kami melihat lebih banyak kondom sebenarnya tertahan di kapal-kapal yang belum tiba di tujuan namun sangat dibutuhkan," kata Goh.

Ia menambahkan bahwa banyak negara berkembang saat ini tidak memiliki stok yang memadai karena hambatan waktu pengiriman tersebut.

Iran akan mengenakan biaya tol kepada kapal-kapal dari negara-negara sekutu Amerika Serikat alias kapal-kapal negara musuh Iran yang melintasi Selat Hormuz.
Iran akan mengenakan biaya tol kepada kapal-kapal dari negara-negara sekutu Amerika Serikat alias kapal-kapal negara musuh Iran yang melintasi Selat Hormuz. (HO/IST/dok.)

 (Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved