Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Survei: Warga AS Mulai Ragukan Mental Trump, Emosinya Kerap Meledak-ledak

Tingkat  persetujuan tertinggi Trump pernah mencapai 47%, tak lama setelah ia dilantik jadi presiden AS.

|
Editor: Hasanudin Aco
Facebook The White House
MENTALNYA DIRAGUKAN - Foto diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025) . Warga Amerika mulai pertanyakan soal mental Trump. 
Ringkasan Berita:
  • Tingkat persetujuan Donald Trump tetap di angka 36 persen, dengan 62 persen tidak setuju.
  • Sebagian besar warga Amerika, termasuk beberapa anggota Partai Republik, mempertanyakan temperamen Trump.
  • Hanya sedikit warga Amerika yang mendukung serangan AS terhadap Iran atau keluarnya AS dari NATO.
  • Serangan Trump terhadap Paus Leo beberapa hari lalu mendorong ketidakpercayaan publik AS terhadap Trump semakin meningkat.

TRIBUNNEWS.COM, AS - Tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump  masih berada pada titik terendah dalam beberapa hari terakhir  karena banyak warga Amerika mempertanyakan temperamennya di tengah perang Iran.

Termasuk soal perseteruannya dengan pemimpin umat Katolik Paus Leo XIV, demikian menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dipublikasikan hari ini, Rabu (22/4/2026) .

Jajak pendapat publik selama enam hari terakhir  menunjukkan hanya 36 persen warga Amerika yang menyetujui kinerja Trump, tidak berubah dari survei bulan sebelumnya. 

Tingkat  persetujuan tertinggi Trump pernah mencapai 47%, tak lama setelah ia dilantik jadi presiden AS pada 20 Januari 2025 lalu.

Tingkat persetujuan (approval rating) adalah ukuran statistik atau persentase yang menunjukkan seberapa besar dukungan, kepuasan, atau penerimaan publik terhadap kinerja seorang pemimpin politik, kebijakan, atau produk selama periode waktu tertentu.

Sejak melancarkan perang ke Iran

Trump telah berada di bawah tekanan sejak pemerintahannya melancarkan perang melawan Iran  bulan Februari lalu yang telah mendorong harga bensin melonjak tajam di negara itu.

Sekitar 36% warga Amerika menyetujui serangan militer AS terhadap Iran, dibandingkan dengan 35 persen jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada 10-12 April. 

Jajak pendapat terbaru terhadap 4.557 orang dewasa AS di seluruh negeri, yang dilakukan secara daring, memiliki margin kesalahan 2 poin persentase.

Khawatir temperamen Trump

Jajak pendapat menunjukkan banyak warga Amerika, termasuk beberapa anggota Partai Republik Trump, memiliki  kekhawatiran tentang temperamen dan ketajaman mental presiden berusia 79 tahun itu.

Terutama setelah emosinya terkesan meledak-ledak akhir-akhir ini.

Hanya 26% warga Amerika yang mengatakan mereka menganggap Trump "berwatak tenang." 

Partai Republik, pendukung Trump, terpecah pendapatnya mengenai hal ini, dengan 53% menganggapnya demikian dan 46% mengatakan tidak, sementara sebagian kecil menolak untuk menjawab pertanyaan tersebut. 

Hanya 7 persen Partai Demokrat yang melihat Trump sebagai sosok yang berwatak tenang.

MIRIP YESUS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bikin kontroversi. Dia mengunggah foto yang menggambarkan dirinya mirip Yesus Kristus di Truth Sosial, media sosial yang dia dirikan, lalu dia menghapus sendiri setelah mendapat kecaman luas.
MIRIP YESUS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bikin kontroversi. Dia mengunggah foto yang menggambarkan dirinya mirip Yesus Kristus di Truth Sosial, media sosial yang dia dirikan, lalu dia menghapus sendiri setelah mendapat kecaman luas. (Tribunnews.com/dok. bbc/truth social)

Jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru sekitar 51% warga Amerika - termasuk 14 persen Partai Republik, 54 persen independen, dan 85 persen Partai Demokrat - mengatakan ketajaman mental Trump telah "memburuk" selama setahun terakhir.

Mental adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan batin, pikiran, emosi, dan kejiwaan seseorang. Ini mencakup cara individu berpikir, merasa, bertingkah laku, serta merespons situasi. 

Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang mengelola stres, bekerja produktif, dan berinteraksi positif menurut situs Halodoc.

Ancaman-ancaman Trump

Trump telah menunjukkan kegelisahan publik eberapa pekan terakhir.

Di media sosial dia kerap memposting ancaman terhadap Iran bahkan akan memusnahkan peradaban Iran.

Trump sekaligus menyerang Paus Leo sebagai sosok yang lemah dalam menangani kejahatan setelah Paus mengkritik perang Iran.

Lalu Trump juga mengancam - bahkan dengan kata-kata kasar - untuk menghancurkan semua jembatan dan pembangkit listrik Iran.

Awal tahun ini, ia membuat sekutunya khawatir dengan mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Denmark, sekutu NATO, atas tuntutan Denmark agar AS mencaplok Greenland.

Serangan terhadap Paus Leo dan jajak pendapat lainnya

Serangan Trump terhadap Paus Leo telah menarik perhatian sebagian orang Amerika yang  umumnya memiliki pendapat yang lebih baik tentang Paus daripada tentang presiden.

Sekitar 60% responden mengatakan mereka memiliki pandangan yang baik terhadap Paus Leo, dibandingkan dengan 36% yang mengatakan hal yang sama tentang Trump.

Mereka juga memandang Paus lebih baik daripada tokoh-tokoh Demokrat terkemuka termasuk Gubernur California Gavin Newsom dan mantan Wakil Presiden Kamala Harris.

Jajak pendapat tersebut menemukan bahwa hanya 16% warga Amerika yang mendukung keluarnya AS dari aliansi NATO, sebuah langkah yang telah diancam oleh Trump.

Perang dengan Iran memicu lonjakan harga bensin yang telah memukul keuangan pribadi sebagian besar warga Amerika.

Tingkat persetujuan Trump atas penanganannya terhadap biaya hidup di Amerika Serikat adalah 26%, angka terendah yang pernah diraihnya.

Demikian pula, hanya 26% responden dalam jajak pendapat yang mengatakan bahwa aksi militer AS di Iran sepadan dengan biayanya.

Hanya 25% responden - termasuk 6 persen Partai Demokrat dan 57 persen Partai Republik - yang mengatakan bahwa mereka berpikir serangan AS terhadap Iran akan membuat Amerika lebih aman.

Sumber: Reuters

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved