Kamis, 23 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Militer AS Batal Pensiunkan Pesawat Tempur A-10 setelah Pertempuran di Iran

Angkatan Udara AS menunda pensiun pesawat A-10 hingga setidaknya 2030 karena masih dibutuhkan dalam operasi tempur, termasuk melawan Iran.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

Dalam Operasi Epic Fury, A-10 digunakan untuk menyerang kapal cepat Iran di Selat Hormuz dan membantu penegakan blokade militer AS terhadap pelabuhan Iran.

Pesawat ini juga terlibat dalam misi penyelamatan awak pesawat tempur F-15 AS yang ditembak jatuh di Iran awal bulan ini.

Dalam misi tersebut, A-10 menjalankan peran "Sandy", yaitu kode panggilan untuk operasi pencarian dan penyelamatan tempur yang berasal dari era Perang Vietnam.

Salah satu A-10 dilaporkan rusak akibat tembakan musuh, memaksa pilotnya melontarkan diri, namun berhasil mendarat di wilayah sekutu.

Sejak diperkenalkan, A-10 telah terlibat dalam berbagai konflik di Timur Tengah dan Eropa.

Pesawat ini, yang diproduksi oleh Fairchild Republic, awalnya dirancang sebagai penghancur tank untuk menghadapi kendaraan lapis baja Soviet.

A-10 dapat dipersenjatai dengan roket, rudal, dan bom untuk mendukung operasi pasukan darat.

Keluhan Seputar A-10

Mengutip EurAsian Times, dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Udara AS menilai A-10 terlalu lambat dan mahal dalam hal perawatan.

USAF berpendapat bahwa anggaran miliaran dolar untuk pemeliharaan A-10 dapat dialihkan ke program modern, seperti pembom siluman B-21 Raider, jet tempur generasi berikutnya F-47, serta pengembangan rudal hipersonik.

Dalam proposal anggaran 2026, USAF bahkan mengajukan dana sebesar 57 juta dolar AS untuk mempensiunkan seluruh 162 unit A-10 pada akhir tahun fiskal 2026, dua tahun lebih cepat dari rencana sebelumnya.

Namun, upaya tersebut secara konsisten ditolak oleh Kongres AS yang khawatir penghentian A-10 akan menghilangkan kemampuan dukungan udara jarak dekat dari inventaris militer.

Sebagai referensi, Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) Desember 2025 menolak rencana penghentian tersebut dan melarang penggunaan dana untuk mengurangi jumlah A-10 di bawah 103 unit hingga setidaknya 30 September 2026.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, USAF memutuskan tidak mengajukan pengurangan jumlah A-10.

Keputusan ini juga muncul menjelang rilis rencana anggaran 2027 yang sebelumnya diperkirakan kembali akan mengusulkan pensiun pesawat tersebut.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved