Iran Vs Amerika Memanas
Dampak Perang Kian Nyata, Sekolah di Iran Ditutup, Siswa Terisolasi dari Internet
Sekolah di Iran tutup akibat perang, siswa belajar lewat TV dan intranet terbatas. Akses global terputus, risiko ketertinggalan meningkat.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Iran menutup seluruh sekolah akibat perang. Pembelajaran dialihkan ke intranet nasional dan TV, setelah ratusan sekolah rusak.
- Pemadaman internet membuat warga hanya bisa mengakses jaringan domestik (National Information Network), sementara akses global diblokir ketat.
- Siswa kurang mampu kesulitan ikut kelas daring. Banyak bergantung pada TV, memicu risiko ketertinggalan generasi muda di tengah konflik.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran resmi menutup seluruh sekolah di tengah ketidakpastian keamanan akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak Februari lalu.
Melalui laman resminya Kementerian Pendidikan Iran mengumumkan bahwa kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.
Sebagai pengganti, mulai 21 April 2026, proses pembelajaran dialihkan ke sistem daring melalui intranet nasional serta siaran televisi pendidikan bertajuk “Sekolah TV Iran”. Kebijakan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan di seluruh wilayah Iran.
"Hingga pemberitahuan lebih lanjut, tidak akan ada kelas tatap muka di sekolah-sekolah di seluruh negeri," demikian pengumuman Kementerian Pendidikan Iran.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan dan potensi serangan lanjutan, meski sebelumnya sempat terjadi gencatan senjata yang rapuh.
Menurut data resmi yang dikutip Deutsche Welle, lebih dari 640 bangunan sekolah di 17 provinsi mengalami kerusakan akibat serangan.
Sekitar 250 di antaranya rusak berat dan memerlukan renovasi total, sementara sedikitnya 15 sekolah dilaporkan tidak dapat digunakan lagi dan harus dibangun ulang.
Kondisi ini semakin memperparah krisis pendidikan di Iran, karena tidak hanya menghentikan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga merusak fasilitas utama yang selama ini menunjang proses pendidikan di berbagai daerah.
Internet Terputus, Iran Andalkan Intranet Nasional
Di saat yang sama, Iran juga menghadapi gangguan serius pada akses internet. Lembaga pemantau internet global NetBlocks melaporkan bahwa negara tersebut mengalami salah satu pemadaman internet terpanjang yang pernah tercatat.
Pembatasan ini bukan hal baru, namun semakin diperketat dalam situasi krisis, termasuk saat perang dan gelombang protes terjadi.
Berdasarkan laporan NetBlocks, Iran termasuk negara dengan sistem sensor internet paling ketat di dunia. Pemerintah secara aktif membatasi akses ke situs asing dan media sosial untuk mengontrol arus informasi serta mencegah penyebaran konten yang dinilai dapat memicu protes atau ketidakstabilan politik.
Baca juga: Blokade Pelabuhan Iran Masih Berlangsung, Pasukan AS Perintahkan 33 Kapal Balik Arah
Dalam beberapa kasus, pemerintah bahkan memberlakukan pemadaman internet total. Pada 2026, pemadaman besar terjadi hingga membuat konektivitas global turun drastis, sebagai bagian dari upaya mengendalikan situasi keamanan dan membatasi komunikasi publik.
Ketika akses internet global dibatasi, Iran tidak sepenuhnya “offline”. Negara tersebut mengandalkan jaringan domestik yang disebut National Information Network, yaitu sistem intranet nasional yang dikembangkan pemerintah.
Jaringan ini memungkinkan warga tetap mengakses layanan digital dalam negeri tanpa terhubung ke internet global.
Melalui sistem ini, aktivitas seperti layanan pesan lokal, aplikasi transportasi, hingga platform pemerintah tetap berjalan.