Rabu, 13 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Blokade Selat Hormuz Bikin Biaya Kapal Melintas di Terusan Panama Meroket

Biaya melintas bagi kapal-kapal niaga di Terusan Panama di Meksiko meroket tinggi sejak terjadi blokade di Selat Hormuz dan perang di Timur Tengah.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/Euractiv
MELONJAK TAJAM - Biaya melintas bagi kapal-kapal niaga di Terusan Panama di Meksiko meroket tinggi sejak terjadi blokade di Selat Hormuz dan perang di Timur Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Biaya melintas bagi kapal-kapal niaga di Terusan Panama di Meksiko meroket tinggi sejak terjadi blokade di Selat Hormuz dan perang di Timur Tengah.
  • Serangan AS dan Israel ke Iran tidak hanya berdampak pada harga energi global, tetapi juga telah mengubah rute maritim kapal kargo di pelayaran internasional.
  • Selat Hormuz secara efektif ditutup pada awal Maret saat dimulainya perang Iran, memicu kemacetan besar dalam aliran energi dan petrokimia global. 

TRIBUNNEWS.COM - Biaya melintas bagi kapal-kapal niaga di Terusan Panama di Meksiko meroket tinggi sejak terjadi blokade di Selat Hormuz dan perang di Timur Tengah.

Otoritas Terusan Panama mengatakan biaya kapal melintas di terus tersebut sudah naik dua kali lipat lebih sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Biaya transit Terusan Panama telah melonjak sejak dimulainya konflik di Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz, kata otoritas terusan pada hari Kamis.

Perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari tidak hanya berdampak pada harga energi global, tetapi juga telah mengubah rute maritim, yang mengakibatkan peningkatan permintaan untuk Terusan Panama.

Menurut Victor Vial, wakil presiden keuangan terusan, harga rata-rata dalam lelang sebelum konflik Timur Tengah berada di kisaran 135.000 sampai 140.000 dolar AS.

Namun, sejak dimulainya konflik, selama bulan Maret dan April, rata-rata ini naik hingga mencapai 385.000 dolar AS.

Ricaurte Vasquez Morales, Administrator Terusan Panama, mengatakan pemerintah Panama telah meningkatkan upaya untuk menjaga keberlanjutan Terusan di tengah meningkatnya permintaan transit dan tonase selama paruh pertama tahun fiskal 2026.

“Di tengah semua komplikasi geopolitik yang terjadi di seluruh dunia, bersamaan dengan perubahan dan berbagai faktor yang memengaruhi perdagangan internasional, Terusan Panama tetap terbuka dan dapat diandalkan."

Baca juga: Iran Kantongi Pendapatan Perdana dari Tol Selat Hormuz, Klaim AS soal Kerugian Dipertanyakan

"Terutama saat ini, dengan permukaan air pada tingkat optimal, kami mengakomodir volume lalu lintas yang terus meningkat,” katanya seperti dikutip Anadolu Agency.

Dari Oktober 2025 hingga Maret 2026, tercatat 6.288 transit, yang mewakili peningkatan 224 transit dibandingkan tahun sebelumnya. Secara total, 254 juta ton PC/UMS (Sistem Pengukuran Universal Terusan Panama) melewati terusan tersebut.

Menurut otoritas kanal, tingkat lalu lintas ini tetap stabil dalam beberapa bulan terakhir, rata-rata 34 kapal pada Januari, 37 pada Maret, dan baru-baru ini, hari-hari puncak melebihi 40 transit.

Bagi mereka yang tidak memesan terlebih dahulu, kanal menawarkan opsi seperti reservasi menit terakhir dan sistem lelang. Saat ini, antara tiga dan lima slot ditawarkan setiap hari melalui lelang.

Militer AS Kembali Sita Kapal Tanker Pengangkut Minyak Iran

Militer AS hari Kamis kemarin, 23 April 2026 kembali menyita kapal tanker lain yang menurut AS mengangkut minyak dari Iran Iran,

Penangkapan kapal tanker tersebut meningkatkan ketegangan dengan Iran sehari setelah Garda Revolusi paramiliter mereka menguasai dua kapal di Selat Hormuz yang penting.

Departemen Pertahanan merilis rekaman video pasukan AS di dek kapal tanker minyak Majestic X, yang disita di Samudra Hindia.

Baca juga: Kapal Cepat dan Drone Bawah Air IRGC Tunggu Kapal-kapal AS Masuk Selat Hormuz

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved