Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Tawarkan Hadiah Rp 172 Miliar Buat Info Soal Pimpinan Brigade Sayyid al-Shuhada di Irak

Irak tidak luput dari dampak perang Amerika-Israel di Iran, yang berlangsung selama lebih dari 40 hari.

anews/tangkap layar
Personel pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat di Irak. 

AS Tawarkan Hadiah Rp 172 Miliar Buat Info Soal Pimpinan Brigade Sayyid al-Shuhada di Irak
 

TRIBUNNEWS.COM - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dilaporkan menawarkan hadiah hingga sepuluh juta dolar AS (sekira Rp 172,4 miliar) untuk informasi tentang Sekretaris Jenderal Brigade "Sayyid al-Shuhada" Irak, Hashim Fenian Rahimi al-Saraji.

Faksi bersenjata di Irak ini dianggap Washington sebagai organisasi teroris.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan kalau pencarian al-Saraji, yang juga dikenal sebagai Abu Ala al-Walai, sedang berlangsung.

Baca juga: Bayang-Bayang Kegagalan di Vietnam Hantui Pasukan Amerika di Perang Iran

Pernyataan itu menyebutkan, Brigade Sayyid al-Shuhada "membunuh warga sipil Irak dan menyerang fasilitas diplomatik Amerika di Irak, selain menyerang pangkalan militer dan personel Amerika di Irak dan Suriah."

Selain hadiah uang, selebaran itu menawarkan kemungkinan izin tinggal di Amerika Serikat.

"Di samping imbalan finansial, ada peluang mendapatkan izin tinggal di AS bagi siapa pun yang memberikan informasi tentang Al-Sarraj. DIa adalah salah satu pemimpin aliansi "Kerangka Koordinasi"," tulis ulasan Khbrn soal sayembara yang dilakukan AS.

Personel pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat di Irak. Pasukan koalisi ini akan ditarik secara bertahap dari wilayah Irak dan Suriah pada 2025 dan 2026 mendatang.
Personel pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat di Irak.  (anews/tangkap layar)

Terimbas Perang Iran

Irak tidak luput dari dampak perang Amerika-Israel di Iran, yang berlangsung selama lebih dari 40 hari.

Selama waktu itu, markas besar Pasukan Mobilisasi Populer dan faksi-faksi bersenjata Irak menjadi sasaran serangan yang diduga dilakukan pihak Amerika Serikat dan Israel.

Di sisi lain, kepentingan Amerika menjadi sasaran serangan yang diklaim oleh faksi-faksi Irak, dan Teheran melakukan serangan terhadap kelompok oposisi Kurdi Iran di utara negara itu.

Washington telah meningkatkan tekanannya terhadap Baghdad untuk menghadapi faksi-faksi pro-Teheran dengan menangguhkan pengiriman uang tunai dan membekukan pendanaan untuk program-program keamanan di Irak.

 

 

(oln/khbrn/*)

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved