Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Persenjataan AS Menipis, Biaya Perang Rp 17 Triliun per Hari Melawan Iran Kuras Anggaran

Sekarang saat gencatan senjata AS-Iran berlangsung, angka-angka  biaya perang tersebut mulai terungkap ke publik. 

Editor: Hasanudin Aco
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
DI DEKAT IRAN - Tangkap layar yang menunjukkan kapal Induk Amerika Serikat beserta strike group-nya berupa jet-jet tempur dari beragam jenis. USS Abraham Lincoln yang dikirim AS untuk mengancam Iran ditempatkan di Selat Hormuz di dekat Iran beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Perang melawan Iran selama 38 hari, sebelum gencatan senjata, membuat militer AS menghadapi krisis amunisi.
  • AS menghabiskan sekitar 1.100 rudal JASSM-ER selama konflik tersebut dengan harga sekitar $1,1 juta per unit (Rp 18 miliar).
  • Totalnya, AS mengeluarkan anggaran sekitar $1 miliar hingga $ 2 miliar (Rp 17-34 triliun) per hari perang melawan Iran.

TRIBUNNEWS.COM, AS -  Ketika pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan 'Operasi Epic Fury' menyerang Iran pada akhir Februari 2026 lalu, hanya sedikit orang di luar Pentagon yang sepenuhnya memahami berapa biaya perang yang dibutuhkan AS.

Sekarang saat gencatan senjata AS-Iran berlangsung, angka-angka  biaya perang tersebut mulai terungkap ke publik. 

Dan angka-angka tersebut sangat mengkhawatirkan jika Anda adalah seorang perencana pertahanan yang tahu seluk-beluk anggaran perang atau jika Anda adalah seseorang yang khawatir tentang bagaimana perang menggerogoti uang negara.

Berapa biaya perang yang dikeluarkan AS?

AS menghabiskan sekitar 1.100 rudal Joint Air-to-Surface Standoff Missile-Extended Range (JASSM-ER) selama konflik tersebut, dengan harga sekitar $1,1 juta per unit (Rp 18 miliar).

Itu menurut perkiraan internal Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dan pejabat kongres seperti yang dilaporkan  New York Times/NYT.

Ini adalah rudal jelajah siluman jarak jauh dengan jangkauan lebih dari 600 mil atau lebih dari 960 km, yang dirancang khusus untuk menembus target yang diperkuat di luar jangkauan pertahanan udara musuh.

Menurut perkiraan internal Pentagon, hanya sekitar 1.500 rudal jenis itu yang tersisa saat ini.

Selain itu lebih dari 1.000 rudal jelajah Tomahawk ditembakkan menyerang Iran atau kira-kira 10 kali lipat jumlah yang saat ini dibeli Amerika Serikat dalam satu tahun.

Setiap Tomahawk harganya sekitar $3,6 juta (Rp 62 miliar).

Studi  Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan persediaan rudal Tomahawk AS yang tersisa sekitar 3.000 unit, stok yang  dianggap oleh para perencana militer tidak cukup untuk menghadapi konflik besar jika terjadi di Pasifik Barat.

Pentagon mengerahkan lebih dari 1.200 rudal pencegat Patriot — yang masing-masing berharga lebih dari 4 juta dolar AS (Rp 68 miliar) — untuk melawan serangan pesawat tak berawak dan roket Iran.

Sebagai perbandingan, AS memproduksi sekitar 600 rudal pencegat Patriot sepanjang tahun 2025.

Lebih dari 1.000 rudal Precision Strike dan ATACMS berbasis darat juga telah digunakan, sehingga persediaan berada pada tingkat yang digambarkan secara internal sebagai "sangat rendah dan mengkhawatirkan" oleh sumber-sumber kepada NYT .

Mark Cancian, seorang kolonel Korps Marinir purnawirawan dan penasihat senior di CSIS mengatakan Amerika Serikat memiliki banyak amunisi dengan persediaan yang memadai, tetapi beberapa amunisi serangan darat dan pertahanan rudal yang penting mengalami kekurangan sebelum perang dan bahkan lebih kekurangan sekarang.

Total biaya perang 38 hari

Total biaya finansial akibat perang dengan Iran selama 38 hari, sebelum gencatan senjata diberlakukan,  oleh dua kelompok independen diperkirakan antara $28 miliar dan $35 miliar  atau mendekati $1 miliar (Rp 17 triliun) per hari. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved