Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Media Asing Soroti Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Korban Tewas dan Puluhan Luka
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur jadi sorotan media asing. Empat orang tewas, puluhan luka, dan evakuasi berlangsung dramatis.
Ringkasan Berita:
- Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan kereta komuter di Stasiun Bekasi Timur menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan penumpang.
- Media asing seperti AP, BBC, dan Daily Mirror menyoroti proses evakuasi dramatis karena sejumlah korban terjebak di gerbong khusus perempuan yang ringsek parah.
- Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, sementara insiden ini kembali memicu perhatian pada keselamatan jaringan kereta api Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM - Tabrakan antara kereta komuter dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), langsung menjadi perhatian media internasional.
Insiden itu menewaskan sedikitnya empat orang, melukai puluhan penumpang, dan memicu proses evakuasi dramatis di salah satu jalur tersibuk penyangga Jakarta.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebutkan, jumlah korban tewas akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, bertambah menjadi tujuh orang hingga pukul 07.00 WIB.
"Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026), dikutip dari Tribun-video.
Bobby memastikan, tidak ada petugas kereta api yang menjadi korban meninggal dunia dalam laka ini.
Selain itu, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Associated Press (AP), BBC, hingga Daily Mirror menyoroti kecelakaan tersebut sebagai pengingat keras atas persoalan keselamatan transportasi rel di Indonesia.
Gerbong Khusus Perempuan Jadi Titik Tabrakan
AP melaporkan, KA Argo Bromo Anggrek yang merupakan kereta jarak jauh menabrak bagian belakang kereta komuter yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Gerbong yang tertabrak merupakan gerbong khusus perempuan, fasilitas yang umum digunakan untuk mengurangi risiko pelecehan terhadap penumpang wanita.
Benturan keras membuat gerbong mengalami kerusakan parah dan menjebak sejumlah penumpang di dalamnya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut sebanyak 38 penumpang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, sedikitnya lima penumpang sempat terjebak dan harus dievakuasi oleh tim penyelamat.
Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Evakuasi Dramatis dan Kepanikan Penumpang
BBC melaporkan proses evakuasi berlangsung sulit karena badan gerbong ringsek berat.