Remaja 14 Tahun di Tiongkok Rakit Mesin Turbojet di Rumah, Dijuluki Rocket Boy
Ia mengaku tertarik segala hal yang bisa terbang, hingga akhirnya belajar kalkulus dan aerodinamika secara mandiri sejak kelas tiga sekolah dasar
Ruang tamu rumahnya kini dipenuhi berbagai proyek tersebut, bahkan dapur pun kadang ikut digunakan sebagai tempat merakit.
Ia mengaku tidak belajar teknik secara formal, melainkan belajar sambil memecahkan masalah yang muncul selama proses pembuatan.
Che juga rutin membagikan progresnya secara online dan menerima berbagai masukan dari para profesional.
Di balik itu semua, dukungan keluarga menjadi faktor penting.
Orangtuanya membantu menyediakan fasilitas belajar, termasuk tutor pemrograman, serta membiayai proyek-proyek yang nilainya bisa mencapai ribuan yuan.
Untuk proyek mesin turbojet, Che menghabiskan sekitar delapan bulan hanya untuk tahap desain awal.
Meski percobaan pertamanya gagal, ia tetap optimistis.
Baca juga: Fakta Mengejutkan Penyelidikan Awal Ungkap DNA Bebek dan Bulu Burung Nempel di Mesin Jet Jeju Air
“Niat awal saya membuat mesin ini adalah untuk belajar, dan itu sudah saya capai. Gagal bukan masalah, justru membuat saya semakin ingin mencoba lagi,” ujarnya.
Terlepas dari pro dan kontra, Che juga mendapat banyak dukungan di media sosial.
Salah satu warganet bahkan menuliskan harapannya, “Saya menantikan hari ketika kamu benar-benar membuat pesawat luar angkasa,” katanya. (SCMP)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Che-Jingang1222.jpg)