Jumat, 1 Mei 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Ogah Pakai Rompi Antipeluru Meski Pernah Ditembak, Trump: Kelihatan Gemuk!

Trump merasa penggunaan rompi pelindung di balik pakaiannya akan membuatnya tampak lebih tambun di depan publik.

Tayang:
Penulis: Bobby W
Ringkasan Berita:
  • Donald Trump enggan mengenakan rompi antipeluru karena dianggap memberikan citra menyerah pada terorisme
  • Trump juga bercanda kalau rompi antipeluru merusak penampilannya karena membuatnya terlihat 9 kilogram lebih gemuk.
  • Wacana rompi anti pelluru diungkapkan menyusul upaya penembakan Trump pada 25 April 2026 oleh Cole Tomas Allen
  • Insiden di hotel Washington Hilton tersebut merupakan upaya pembunuhan kepada Trump untuk ketigakalinya dalam 2 tahun terakhir

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan keengganannya untuk mengenakan rompi antipeluru dalam aktivitas sehari-harinya.

Hal ini diungkapkan Trump kurang dari seminggu setelah ia mengalami percobaan pembunuhan dalam acara makan malam White House Correspondents' Association di hotel Washington Hilton pada Sabtu lalu (25/4/2026).

Melansir dari NBC News. Usulan penggunaan rompi ini muncul sebagai bahan pertimbangan serius setelah upaya pembunuhan terbaru yang menyasar Trump.

"Saya telah ditanya tentang hal itu. Saya rasa itu adalah sesuatu yang Anda pertimbangkan." ungkap Trump saat ditanya apakah ada diskusi internal mengenai kewajiban mengenakan rompi pelindung pada Kamis (30/4/2025).

Trump juga mengaku pembakaian rompi antipeluru juga mencitrakan bahwa dirinya tunduk pada aksi teror.

"Di satu sisi, Anda tidak suka untuk melakukannya (memakai rompi antipeluru) karena Anda memerlihatkan bahwa Anda menyerah pada elemen buruk. Jadi, saya tidak tahu. Tapi saya memang sudah ditanya tentang hal itu", tambahnya.

Trump juga mengaku khawatir penggunaan alat pengaman tersebut justru akan merusak penampilannya.

Presiden AS berusia 79 tahun ini merasa penggunaan rompi pelindung di balik pakaiannya akan membuatnya tampak lebih tambun di depan publik.

"Saya tidak tahu apakah saya sanggup terlihat lebih berat 9 kilogram," canda Trump kepada wartawan 

Sebagai mantan bintang acara realitas televisi, Trump dikenal sangat sensitif terhadap citra visual dan penampilannya.

Baca juga: Trump Dukung PM Terpilih Irak Ali al-Zaidi, Langsung Dapat Undangan ke AS

Masalah berat badan pun selalu menjadi perhatian publik, meski ia terlihat lebih langsing pada masa jabatan keduanya sebagai presiden ini.

Trump, yang mengaku sebagai penggemar makanan cepat saji, tercatat memiliki berat badan 224 pon atau setara 101,6 kilogram berdasarkan hasil pemeriksaan medis tahunan terakhirnya pada April 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan berat badannya pada tahun 2019 yang mencapai 243 pon atau sekitar 110,2 kilogram.

Hingga kini, sang presiden tampaknya masih lebih memilih menjaga estetika penampilannya dibandingkan dengan mengikuti saran protokol keamanan yang ketat.

Rentetan Upaya Pembunuhan

Sikap nekat Trump ini menjadi sorotan tajam mengingat dirinya telah menghadapi rentetan tiga upaya pembunuhan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

INSIDEN GEDUNG PUTIH - Tangkap layar YouTube DW News memperlihatkan Presiden AS Donald Trump menghadiri acara makan malam tahunan bersama para wartawan, Sabtu 25 April 2026. Trump digiring keluar tak lama setelah itu karena terdapat potensi ancaman.
INSIDEN GEDUNG PUTIH - Tangkap layar YouTube DW News memperlihatkan Presiden AS Donald Trump menghadiri acara makan malam tahunan bersama para wartawan, Sabtu 25 April 2026. Trump digiring keluar tak lama setelah itu karena terdapat potensi ancaman. (Youtube)

Insiden terbaru terjadi di Washington Hilton akhir pekan lalu

Beruntung, agen Secret Service berhasil melumpuhkan terduga pelaku bernama Cole Tomas Allen sebelum ia mencapai ruang dansa tempat acara berlangsung.

Insiden tersebut menandai upaya pembunuhan ketiga yang diarahkan kepada Trump dalam kurun waktu dua tahun terakhir. 

Peristiwa paling serius terjadi pada tahun 2024 silam. 

Di masa Pilpres AS 2024 tersebut, telinga Trump terluka akibat tembakan senjata api dari Thomas Matthew Crooks dalam kampanye di Butler, Pennsylvania. 

Insiden berdarah itu juga menewaskan seorang penonton bernama Corey Comperatore dan melukai dua orang lainnya sebelum pelaku dilumpuhkan oleh penembak jitu.

Hanya berselang dua bulan setelah penembakan di Butler, upaya pembunuhan kembali terdeteksi saat Trump sedang bermain golf di klub pribadinya.

Agen Secret Service menemukan moncong senapan yang menyembul dari semak-semak di balik pagar pembatas lapangan.

Petugas melepaskan tembakan ke arah tersangka yang kemudian melarikan diri menggunakan mobil sebelum akhirnya ditangkap di jalan raya.

Baca juga: Harga BBM di AS Tembus 4,30 Dolar AS per Galon, Trump Ngotot Akan Turun Drastis usai Perang Iran

Di lokasi kejadian, ditemukan senapan serbu jenis AK-47 dengan teropong bidik serta kamera GoPro.

Pelaku dalam insiden di West Palm Beach, Florida, yang diidentifikasi sebagai Ryan Wesley kemudian ditangkap dan kini didakwa secara resmi dengan percobaan pembunuhan terhadap calon presiden.

Selain itu, ia menghadapi sejumlah dakwaan federal lainnya, termasuk pelanggaran terkait senjata api dan penyerangan terhadap petugas penegak hukum.

Jika terbukti bersalah atas semua dakwaan, terutama percobaan pembunuhan, Routh menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

TEMBAK SECRET SERVICE - Gambar tangkap layar yang menunjukkan tersangka penembakan seorang petugas keamanan di acara makan malam yang dihadiri Presiden AS, Donald Trump, Cole Thomas Allen saat ditangkap pihak keamanan. Cole dilaporkan menembak seorang agen secret service, pasukan pengawal Presiden AS pada acara White House Correspondents' Dinner di Washington Hilton Hotel, Washington, D.C., Amerika Serikat, Sabtu (25/4/2026).
TEMBAK SECRET SERVICE - Gambar tangkap layar yang menunjukkan tersangka penembakan seorang petugas keamanan di acara makan malam yang dihadiri Presiden AS, Donald Trump, Cole Thomas Allen saat ditangkap pihak keamanan. Cole dilaporkan menembak seorang agen secret service, pasukan pengawal Presiden AS pada acara White House Correspondents' Dinner di Washington Hilton Hotel, Washington, D.C., Amerika Serikat, Sabtu (25/4/2026). (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

(Tribunnews.com/Bobby)

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved