Berita Viral
Aksi Polisi di Afsel Terjun ke Sungai Penuh Buaya, Evakuasi Jenazah Pria yang Dimangsa Predator
Polisi nekat turun dari helikopter ke sungai penuh buaya demi mengevakuasi jenazah pria yang hilang terseret banjir.
Ringkasan Berita:
- Kapten Johan “Pottie” Potgieter menjalankan operasi berisiko tinggi dengan diturunkan ke Sungai Komati yang dipenuhi buaya.
- Seekor buaya sepanjang 4,5 meter diamankan setelah dicurigai baru saja memangsa korban.
- Di dalam perutnya ditemukan sisa tubuh manusia yang diduga pengusaha hilang, sementara uji DNA masih berlangsung.
TRIBUNNEWS.COM - Polisi Afrika Selatan melakukan operasi dramatis dalam pencarian seorang pengusaha yang hilang setelah terseret banjir di Sungai Komati, wilayah timur laut negara tersebut.
Dalam operasi berbahaya itu, seorang petugas diturunkan dari helikopter langsung ke sungai yang dipenuhi buaya untuk mengamankan hewan yang diduga telah memangsa korban.
BBC melaporkan, Kapten Johan “Pottie” Potgieter memimpin operasi tersebut dengan menggunakan tali dari udara untuk mengikat buaya raksasa sebelum dievakuasi.
“Bagian ujung tajam buaya bukanlah tempat terbaik untuk mendekatinya,” ujar Potgieter kepada News24, menggambarkan situasi berisiko tinggi yang dihadapinya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah mobilnya terjebak di jembatan rendah yang dilanda banjir. Saat polisi tiba di lokasi, kendaraan ditemukan kosong sehingga muncul dugaan korban terseret arus deras.
Baca juga: Kebun Binatang di Denmark Ajak Warga Sumbangkan Hewan Peliharaan Mereka untuk Pakan Predator
Dalam upaya pencarian, pihak berwenang mengerahkan drone dan helikopter. Dari pengamatan udara, tim menemukan sekelompok buaya berjemur di sebuah pulau kecil.
Potgieter mencurigai salah satu buaya karena perutnya tampak sangat penuh dan tidak bereaksi terhadap suara bising dari drone maupun helikopter.
“Selain perutnya yang sangat kenyang, dia tidak bergerak atau mencoba masuk ke air,” katanya, dikutip dari News24.
Setelah dinilai mencurigakan, buaya tersebut dilumpuhkan dan dievakuasi. Hewan sepanjang 4,5 meter dengan berat sekitar 500 kilogram itu kemudian diterbangkan ke Taman Nasional Kruger untuk pemeriksaan lebih lanjut.
People melaporkan, di dalam perut buaya ditemukan potongan tubuh manusia serta enam jenis sepatu berbeda. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban adalah pengusaha yang hilang, meskipun identitasnya masih menunggu hasil uji DNA.
“Buaya akan memakan atau menelan apa saja,” ujar Potgieter, menanggapi kemungkinan adanya korban lain.
Juru bicara kepolisian Mpumalanga, Kolonel Mavela Masondo, mengatakan pihaknya menduga kuat korban terseret banjir sebelum akhirnya menjadi mangsa predator.
Baca juga: Buaya yang Serang Muhlis hingga Tewas Ditemukan Mati Usai Warga Pasang Umpan Beracun
Sementara itu, pelaksana tugas kepala kepolisian Afrika Selatan, Letnan Jenderal Puleng Dimpane, memuji keberanian Potgieter dalam menjalankan operasi berisiko tinggi tersebut.
Operasi ini menjadi salah satu misi penyelamatan paling berbahaya yang dilakukan aparat, sekaligus menyoroti ancaman nyata di wilayah sungai yang dipenuhi predator liar.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)