Iran Vs Amerika Memanas
Rangkuman Berita Perang Timur Tengah Pagi Ini: UEA Tembak 15 Rudal Iran
Situasi di Timur Tengah kembali memanas meski dalam suasana gencatan senjata Iran Vs AS-Israel.
TRIBUNNEWS.COM - Situasi di Timur Tengah kembali memanas meski dalam suasana gencatan senjata Iran Vs AS-Israel.
Tadi malam, Senin (4/5/2026) waktu Jakarta, sejumlah rudal ditembakkan Iran ke Uni Emirat Arab (UEA).
UEA klaim menangkis 15 rudal dari Iran.
Situasi memanas setelah serangan drone memicu kebakaran besar di kawasan industri minyak Fujairah Oil Industry Zone (FOIZ) UEA, salah satu pusat penyimpanan energi terbesar di Timur Tengah.
Inilah rangkuman berita situasi terbaru di Timur Tengah pagi ini:
- UEA klaim telah menembak jatuh 15 rudal dan empat drone dari Iran. UEA menyebut serangan itu sebagai serangan "pengkhianatan".
- Kantor berita Iran Tasnim News mengutip pejabat militer menegaskan jika UEA terus menjadi pion Israel dan melakukan kesalahan, mereka akan mendapat pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan.
- Militer AS mengatakan telah menenggelamkan enam kapal kecil Iran yang mencoba mengganggu pelayaran komersial di Selat Hormuz meski Iran membantah laporan tersebut.
- Iran klaim telah menembaki kapal perang AS yang mencoba menembus Selat Hormuz.
- Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran akan "lenyap dari muka bumi" jika menyerang kapal-kapal AS yang menjalankan Proyek Freedom, sebuah proyek Trump untuk mengawal kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz.
- Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref mengatakan bahwa mengelola Selat Hormuz adalah “hak sah” Iran.
- Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi, mengutuk serangan terhadap UEA sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan" negara anggota GCC.
- Komando Pusat AS mengatakan 50 kapal komersial telah dialihkan rutenya hingga hari ini untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa jika perang berlanjut hingga tahun 2027 dan harga minyak tetap di angka $125 per barel, “kita harus memperkirakan hasil yang jauh lebih buruk” daripada yang diperkirakan sebelumnya.
- Harga minyak naik dan harga saham turun karena kekhawatiran tentang keselamatan kapal pengangkut minyak di Selat Hormuz. Harga bensin rata-rata di AS bisa mencapai $5 per galon jika selat tersebut tetap ditutup, kata seorang ahli pasar minyak kepada CNN.
- Persiapan perang sedang berlangsung di Iran seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dengan AS, dilansir Al Jazeera.
- Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan berbicara dengan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, untuk membahas perkembangan di Timur Tengah, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Anadolu Turki. Menurut sumber diplomatik, keduanya membahas perkembangan terkait pembicaraan yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.
Jelang kunjungan Trump ke China
Kunjungan Donald Trump ke China pekan depan dapat mempersulit keputusan apa pun mengenai gencatan senjata dengan Iran.
Awalnya, Trump menunda perjalanan ke China April lalu saat konflik dengan Iran masih berkecamuk.
China menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Berbicara kepada Fox News pada hari Senin, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa China dapat berbuat lebih banyak untuk meyakinkan Iran agar mengizinkan kapal-kapal melewati selat Hormuz.
Tidak ada solusi militer
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa situasi saat ini di Selat Hormuz menunjukkan dengan jelas bahwa "tidak ada solusi militer untuk krisis politik".
“Seiring kemajuan perundingan berkat upaya baik Pakistan, AS harus waspada agar tidak terseret kembali ke dalam rawa oleh pihak-pihak yang berniat jahat. Begitu pula UEA,” katanya dalam sebuah unggahan di X.
Sementara itu, Arab Saudi mengutuk serangan rudal dan drone Iran terhadap fasilitas sipil dan ekonomi UEA serta sebuah kapal milik perusahaan Emirat, kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.
Kementerian tersebut mendesak agar semua pihak menahan diri, mendukung upaya mediasi Pakistan di tengah eskalasi regional, dan menekankan pentingnya memulihkan navigasi normal melalui Selat Hormuz.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Eskalasi-militer-dilakukan-Iran-menyerang-sejumlah-titik-di-UEA.jpg)