Konflik Palestina Vs Israel
Putra Pemimpin Hamas Terluka, 5 Lainnya Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Putra pemimpin Hamas Khalil al-Hayya, Azzam al-Hayya, terluka dalam serangan udara Israel di Gaza.
Khalil al-Hayya, anggota komite tersebut, menjabat sebagai kepala negosiator Hamas dan pemimpin delegasi dalam pembicaraan tidak langsung dengan Israel.
Anggota dewan lainnya adalah Khaled Mashaal, yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemimpin Hamas paling berpengaruh yang masih tersisa.
Mashaal, yang memimpin Hamas dari 2004 hingga 2017, kerap diwawancarai media dan mewakili kelompok itu dalam berbagai acara besar.
Pada Februari lalu, Mashaal dalam Forum Al Jazeera kembali menegaskan penolakan Hamas terhadap perlucutan senjata, yang menjadi salah satu syarat utama dalam gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas.
Zaher Jabarin, anggota dewan lainnya, memimpin Biro Keuangan Hamas serta operasi kelompok itu di Tepi Barat.
Ia juga memimpin Kantor Martir, Korban Luka, dan Tahanan Hamas serta menjadi anggota penting tim negosiasi kelompok tersebut.
Anggota terakhir dewan kepemimpinan Hamas yang beranggotakan lima orang adalah Nizar Awadallah, yang telah berada di Qatar sejak sebelum perang dimulai.
Awadallah merupakan anggota senior Hamas dan dikenal dekat dengan salah satu pendiri kelompok tersebut, Sheikh Ahmed Yassin.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)