Konflik Palestina Vs Israel
Putra Pemimpin Hamas Terluka, 5 Lainnya Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Putra pemimpin Hamas Khalil al-Hayya, Azzam al-Hayya, terluka dalam serangan udara Israel di Gaza.
Ia menegaskan bahwa penolakan Israel untuk memenuhi komitmennya menjadi hambatan bagi kelanjutan fase kedua gencatan senjata.
“Bagaimana mungkin kita melanjutkan ke fase kedua gencatan senjata Gaza ketika komite teknokrat yang akan mengelola urusan wilayah tersebut bahkan belum menerima izin untuk memasuki wilayah itu,” ujar al-Hayya.
Pemimpin Hamas itu kemudian menyerukan kepada Presiden AS Donald Trump dan komunitas internasional untuk memaksa Israel agar sepenuhnya menerapkan gencatan senjata Gaza.
“Kami menginginkan penghentian permusuhan tetap berlaku, transisi ke fase rekonstruksi, dan penarikan pasukan pendudukan Israel,” tegas al-Hayya.
Sejak gencatan senjata Gaza diumumkan pada 11 Oktober tahun lalu, jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel telah mencapai 837 orang, sedangkan korban luka mencapai 2.381 orang.
Selama periode tersebut, sebanyak 769 jenazah ditemukan dari reruntuhan.
Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza menyebut jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023 mencapai 72.619 jiwa.
Struktur Kepemimpinan Hamas
Sejak perang Israel-Hamas dimulai pada 7 Oktober 2023, sejumlah pemimpin Hamas telah tewas.
Tokoh-tokoh penting yang terbunuh di antaranya adalah Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar, dan Mohammad Sinwar.
Mengutip Jerusalem Post, anggota Hamas berpangkat tertinggi di Gaza saat ini adalah Izz al-Din al-Haddad, yang disebut sebagai salah satu dalang operasi 7 Oktober di Israel selatan.
Haddad kini menjabat sebagai kepala sayap militer Hamas, Brigade Izzadin al-Qassam, setelah kematian Mohammad Sinwar.
Selain Haddad, sebagian besar pimpinan senior Hamas berada di Doha, Qatar.
Di sana, Hamas memiliki komite pengatur yang beranggotakan lima orang.
Ketua komite, Muhammad Ismail Darwish, memimpin Dewan Syura Hamas, badan otoritatif utama kelompok tersebut.
Darwish menduduki posisi itu pada pertengahan Oktober 2023 setelah IDF membunuh pendahulunya, Osama al-Mazini, kurang dari dua minggu setelah perang dimulai.