Wabah Hantavirus
6 Fakta Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius, Perjalanan Mewah Berubah Jadi Mimpi Buruk
Hantavirus di MV Hondius ubah pelayaran mewah jadi mencekam, 3 penumpang dilaporkan tewas. Simak 6 fakta wabah Hantavirus di kapal pesiar!
Ringkasan Berita:
- Kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik Selatan menjadi sorotan dunia setelah wabah hantavirus merebak di atas kapal.
- Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia selama perjalanan tersebut.
- Simak lima fakta penting mengenai wabah hantavirus di MV Hondius.
TRIBUNNEWS.COM - Pelayaran mewah yang semula menawarkan pengalaman seumur hidup kini berubah menjadi situasi penuh ketakutan dan ketidakpastian.
Kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik Selatan menjadi sorotan dunia setelah wabah hantavirus merebak di atas kapal.
BBC melaporkan sedikitnya delapan kasus hantavirus telah teridentifikasi sejauh ini, terdiri dari tiga kasus terkonfirmasi dan lima kasus dugaan.
Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia selama perjalanan tersebut.
WHO kini turun tangan untuk menyelidiki kemungkinan penyebaran virus antar manusia di atas kapal.
Berikut enam fakta penting mengenai wabah hantavirus di MV Hondius.
Baca juga: Argentina Selidiki Lokasi Awal Penyebaran Hantavirus, Wabah Mematikan di Kapal Pesiar MV Hondius
1. Tiga Penumpang Dilaporkan Tewas di Tengah Pelayaran
Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius mengejutkan dunia internasional setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia selama perjalanan di Samudra Atlantik Selatan.
BBC melaporkan korban pertama adalah seorang pria asal Belanda yang meninggal pada 11 April saat kapal masih berada di tengah pelayaran.
Saat itu, penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti sehingga perjalanan kapal tetap berlanjut sesuai rute awal.
Namun situasi berubah drastis setelah istrinya yang ikut dalam pelayaran juga jatuh sakit.
Perempuan berusia 69 tahun itu kemudian dievakuasi ke Johannesburg, Afrika Selatan, tetapi akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
WHO kemudian mengonfirmasi bahwa korban positif terinfeksi hantavirus.
Beberapa hari kemudian, seorang warga negara Jerman juga meninggal dunia sehingga total korban tewas bertambah menjadi tiga orang.
Kasus-kasus tersebut langsung memicu kekhawatiran besar karena wabah terjadi di lingkungan tertutup dengan ratusan penumpang dari berbagai negara.