Wabah Hantavirus
CDC Naikkan Status Siaga Hantavirus di AS ke Darurat Level 3
CDC memiliki empat tingkat aktivasi darurat, di mana klasifikasi Level 1 merupakan respons tertinggi
Status ini merupakan pengakuan bahwa sesuatu yang tidak normal sedang terjadi dan memerlukan pelacakan, tetapi tidak menunjukkan adanya krisis yang mengancam dalam waktu dekat.
Saat ini, pejabat kesehatan di berbagai negara bagian di Amerika Serikat sedang memantau para penumpang yang telah kembali ke rumah setelah berada di kapal tersebut.
Sejauh ini, belum ada indikasi terjadinya wabah sekunder di kalangan populasi umum.
Laporan CNN menyebutkan bahwa mulai dari Amerika Serikat hingga Singapura, otoritas kesehatan sedang bekerja keras untuk melacak pergerakan orang-orang yang pernah berada di kapal pesiar tersebut.
Salah seorang penumpang MV Hondius, Kasem Ibn Hattuta, memberikan keterangan mengenai situasi terkini di dalam kapal.
“Setiap orang menjaga semangat tetap tinggi, orang-orang tersenyum dan menghadapi situasi ini dengan tenang,” kata Kasem kepada ABC News.
Ia juga menambahkan bahwa penambahan beberapa dokter di atas kapal memberikan rasa aman dan meyakinkan bagi para penumpang.
Kapal MV Hondius sendiri diperkirakan akan segera merapat di Kepulauan Canary, Spanyol guna melakukan prosedur kesehatan lebih lanjut.
WHO Rilis Fact Sheet Hantavirus
Tak hanya CDC, WHO juga merespons kekhawatiran global terhadap klaster MV Hondius dengan merilis fact sheet serta panduan resmi terbaru tentang hantavirus pada Rabu (6/5/2026).
Panduan ini mencakup fakta kunci, penularan, gejala, diagnosis, pengobatan, pencegahan, dan pengendalian.Hantavirus merupakan kelompok virus zoonotik yang secara alami menginfeksi hewan pengerat (seperti tikus) dan sesekali menular ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah hingga fatal.
Sindrom utama Hantavirus dibagi menjadi dua kategori.
Pertama adalah Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) yang umum terjadi di kawasan Amerika, menyerang sistem pernapasan dan jantung dengan tingkat kematian mencapai 50 persen.
Virus Andes yang diduga terkait klaster MV Hondius termasuk dalam kelompok ini dan diketahui dapat menular antarmanusia secara terbatas melalui kontak dekat dan berkepanjangan, terutama di Argentina dan Chile.
Baca juga: Bisakah Hantavirus Jadi Pandemi? Epidemiolog Jelaskan Penularannya Berbeda dengan Covid-19
Kedua adalah Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Sindrom ini lebih sering terjadi di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia, dan biasanya menyerang ginjal dan pembuluh darah dengan tingkat kematian 1-15 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PASIEN-HANTAVIRUS-DIEVAKUASI-Tiga-pasien-suspek-dari-kapal-MV-Hondius-dievakuasi-ke-Belanda.jpg)