Minggu, 10 Mei 2026

Wabah Hantavirus

CDC Naikkan Status Darurat Hantavirus, WHO Pastikan Bukan 'Covid Baru'

CDC aktifkan respons darurat Level 3 akibat wabah hantavirus di kapal pesiar, tetapi WHO pastikan risikonya rendah.

Tayang:
MIT Technology Review
HANTAVIRUS - CDC juga mengatakan bahwa belum jelas apakah penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa pada Kamis (14/5/2020). Penyakit itu menimbulkan risiko baru bagi anak-anak. 
Ringkasan Berita:
  • CDC menaikkan status respons wabah hantavirus menjadi Level 3 setelah muncul klaster mematikan di kapal MV Hondius.
  • WHO dan NPR menegaskan hantavirus bukan ancaman pandemi baru seperti Covid-19 karena penularannya terbatas.
  • Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal dinyatakan negatif namun tetap dikarantina selama 30 hari.

TRIBUNNEWS.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menaikkan status respons wabah hantavirus menjadi Level 3 setelah muncul klaster kasus mematikan yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius.

Dilansir dari KCRG, langkah tersebut diambil setelah wabah Andes hantavirus di kapal ekspedisi itu menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan memicu pelacakan internasional terhadap para penumpang yang telah turun di berbagai negara.

CDC telah mengaktifkan Emergency Operations Center untuk memantau perkembangan wabah dan mengoordinasikan respons kesehatan lintas negara.

Meski status dinaikkan menjadi Level 3, CDC menegaskan risiko terhadap masyarakat umum masih rendah.

ABC News menyebut Level 3 merupakan level aktivasi darurat terendah dalam sistem respons CDC, namun menunjukkan lembaga tersebut mulai mengerahkan sumber daya khusus untuk penanganan wabah.

Wabah ini bermula dari kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 menuju kawasan Antartika dan Atlantik Selatan.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga awal Mei tercatat sedikitnya tujuh kasus, termasuk beberapa pasien dengan gangguan pernapasan berat dan tiga kematian yang sedang diinvestigasi.

WHO menyatakan jenis virus yang ditemukan diduga merupakan Andes hantavirus, salah satu strain langka yang dapat menular antarmanusia dalam kontak sangat dekat.

Namun, penularannya jauh lebih terbatas dibanding virus corona penyebab Covid-19.

National Public Radio (NPR) dalam laporannya menegaskan wabah ini “kemungkinan besar bukan Covid berikutnya”.

NPR menuliskan para ahli epidemiologi dunia menilai hantavirus tidak memiliki kemampuan transmisi cepat seperti SARS-CoV-2 karena penyebaran virus lebih sering terjadi melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Baca juga: Anak Penderita Ginjal dan Gangguan Imun Rentan Komplikasi Jika Terinfeksi Virus Hanta

Penularan antarmanusia pada Andes hantavirus juga disebut sangat jarang terjadi.

WHO bahkan menyatakan  risiko wabah global dari kasus ini masih “absolutely low” atau sangat rendah, walaupun kemungkinan munculnya kasus tambahan tetap ada karena banyak penumpang telah melakukan perjalanan lintas negara sebelum wabah terdeteksi.

Laporan The Guardian menyebut otoritas kesehatan internasional kini berpacu melacak puluhan penumpang dari sedikitnya 12 negara yang sempat meninggalkan kapal sebelum status wabah diumumkan.

Sejumlah negara kini melakukan pemantauan terhadap warga mereka yang pernah berada di kapal tersebut.

Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan di negara bagian Georgia, Texas, dan Virginia mulai mengawasi penumpang yang sempat berada di MV Hondius.

Sementara itu di Singapura, dua warga yang sebelumnya berada di kapal pesiar tersebut dinyatakan negatif hantavirus.

Channel News Asia (CNA) melaporkan dua pria berusia 67 dan 65 tahun itu tetap menjalani karantina selama 30 hari di National Centre for Infectious Diseases (NCID) sebagai langkah antisipasi.

CNA menuliskan keduanya berada dalam satu penerbangan dengan seorang pasien hantavirus yang kemudian meninggal dunia di Afrika Selatan.

Meski hasil tes awal negatif, otoritas kesehatan Singapura tetap melakukan pemantauan ketat hingga masa inkubasi selesai.

Para ahli kesehatan Singapura juga memastikan risiko penyebaran di negara tersebut sangat kecil karena sistem surveilans penyakit menular dinilai kuat dan hantavirus tidak menyebar secepat Covid-19.

Saat ini WHO, CDC, European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), serta sejumlah pemerintah negara terkait masih melakukan pelacakan kontak dan persiapan evakuasi penumpang MV Hondius yang masih berada di kawasan Atlantik menuju Kepulauan Canary, Spanyol.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved