Iran Vs Amerika Memanas
Pengamat: Persepsi ‘Menang Konflik’ Hambat Peluang Kesepakatan Damai Iran dan AS
Negosiasi Iran dan AS disebut berpeluang lanjut di Islamabad, namun isu uranium dan sanksi masih jadi hambatan utama.
Untuk pertama kalinya, Iran juga dikabarkan membuka peluang membahas program nuklirnya dalam perundingan tersebut.
Salah satu poin yang dibahas adalah permintaan agar Iran melonggarkan kontrol terhadap Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi pusat distribusi energi dunia.
Sebagai bagian dari pembahasan, AS disebut mempertimbangkan pencabutan blokade terhadap pelabuhan Iran selama masa negosiasi berlangsung.
Selain itu, kedua pihak juga mendiskusikan kemungkinan pemindahan sebagian stok uranium dengan pengayaan tinggi milik Iran ke luar negeri.
Namun, seorang pejabat Iran menyebut Tehran masih menolak pemindahan material nuklir ke Amerika Serikat.
Hingga kini, sejumlah isu utama masih belum menemukan titik temu, termasuk durasi penghentian sementara pengayaan uranium oleh Iran dan mekanisme pemindahan uranium dari dalam negeri.
Pembahasan terkait peran permanen Iran dalam pengawasan Selat Hormuz juga masih menjadi perdebatan.
Baca juga: Perdamaian AS dan Iran Masih Jauh dari Kata Sepakat, Baku Tembak di Selat Hormuz jadi Penyebab
Selain itu, tingkat pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran disebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi menghambat negosiasi.
Jika pembicaraan berjalan positif, masa negosiasi selama satu bulan tersebut dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan masih mempertimbangkan proposal yang diajukan dalam pembahasan tersebut.
Sementara itu, pejabat AS menyebut berbagai dokumen berisi opsi kesepakatan telah dipertukarkan antara Washington, Tehran, dan negara-negara mediator.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan kembali melakukan serangan terhadap Iran apabila tidak tercapai kesepakatan baru.