Profil dan Sosok
Profil Peter Magyar, Perdana Menteri Baru Hungaria yang Sukses Gulingkan 16 Tahun Era Viktor Orban
Peter Magyar resmi menjadi Perdana Menteri Hungaria dan mengakhiri 16 tahun kekuasaan Viktor Orban.
Namun kali ini, strategi yang dibangunnya akhirnya gagal.
Mengutip NPR, sejumlah ahli keturunan Hungaria-Amerika di AS menilai kekalahan Orban menjadi pelajaran bagi Donald Trump sekaligus menunjukkan ketahanan demokrasi.
“Anda bisa menulis ulang konstitusi, menguasai media publik, dan memanipulasi distrik pemilihan. Tetapi selama masyarakat masih memiliki kebebasan memilih, sistem seperti ini tetap bisa dibalikkan dalam kondisi tertentu,” kata David Koranyi, pemimpin organisasi masyarakat sipil berbasis di AS, Action for Democracy.
Baca juga: Hungaria: Zelenskyy Bohong soal Kami Kirim Delegasi ke Kyiv Tanpa Izin
Kasus Hungaria dianggap relevan karena banyak ilmuwan politik menilai Trump mengadopsi versi taktik otoriter kompetitif ala Orban.
Trump diketahui menggugat organisasi media, sementara Komisi Komunikasi Federal mengancam mencabut izin siaran media yang dianggap bias terhadap presiden.
Trump juga pernah mengusulkan agar pemerintah federal mengambil alih penyelenggaraan pemilu di 15 negara bagian dan menggunakan Departemen Kehakiman untuk menargetkan lawan politiknya.
Kekalahan Orban dinilai menunjukkan adanya batas dari taktik semacam itu, terutama ketika digunakan oleh pemimpin yang tidak populer.
“Pada dasarnya dalam demokrasi, Anda tidak bisa menghadapi mayoritas rakyat terlalu lama tanpa akhirnya kehilangan kekuasaan,” kata Lorinc Redei, pengajar ilmu politik di Universitas Texas, Austin.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Potret-Peter-Magyar-yang-diambil-da.jpg)