Minggu, 10 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Badan Kesehatan UE: Semua Penumpang di Kapal yang Terjangkit Hantavirus Dianggap Berisiko Tinggi

Semua penumpang kapal MV Hondius dianggap berisiko tinggi setelah wabah hantavirus terjadi di atas kapal.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Sebelum naik kapal, pria tersebut bersama istrinya yang juga warga Belanda diketahui sempat berwisata di Ushuaia serta melakukan perjalanan ke beberapa wilayah lain di Argentina dan Chili, menurut WHO.

  • 11 April (Kematian Pertama)

Pria Belanda itu mengalami kesulitan bernapas dan meninggal dunia di atas kapal.

Perusahaan pelayaran saat itu belum dapat memastikan penyebab kematiannya.

  • 15 April

Enam orang bergabung dalam pelayaran ketika kapal singgah di kepulauan terpencil Tristan da Cunha, wilayah Inggris di Atlantik Selatan.

Jenazah pria Belanda tersebut masih berada di atas kapal.

  • 24 April (Jenazah Pasien Pertama Diturunkan)

Jenazah pria Belanda itu diturunkan di St. Helena, yang juga merupakan wilayah Inggris di Atlantik Selatan.

Istrinya ikut turun bersama lebih dari 24 penumpang lainnya.

Bagi sebagian penumpang, pemberhentian di St. Helena menjadi akhir perjalanan mereka.

  • 25 April

Wanita Belanda tersebut, yang mulai menunjukkan gejala sakit, menaiki penerbangan komersial dari St. Helena menuju Afrika Selatan.

Menurut maskapai penerbangan, pesawat tersebut membawa 88 penumpang dan awak.

Belum diketahui berapa banyak penumpang lain dari MV Hondius yang turut berada dalam penerbangan itu.

Baca juga: Hantavirus Varian Andes Cukup Menular, Tingkat Virulensinya Tembus 60 Persen

  • 26 April (Kematian Kedua)

Wanita Belanda itu meninggal dunia di Afrika Selatan setelah pingsan di bandara saat hendak menaiki penerbangan lanjutan untuk pulang.

  • 27 April

Di atas kapal, yang telah meninggalkan St. Helena, seorang penumpang ketiga jatuh sakit.

Ia adalah pria Inggris yang kemudian dievakuasi ke Pulau Ascension sebelum dipindahkan ke Afrika Selatan untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pria tersebut mengalami demam tinggi, sesak napas, dan gejala pneumonia yang dapat disebabkan oleh hantavirus.

  • 28 April
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved