Senin, 11 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Gelar Konferensi Pers di Depan Kapal Hondius, WHO: Hantavirus Bukan Covid!

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga kembali mempertegas bahwa tingkat penularan hantavirus tidak separah wabah Covid-19

Tayang:
Penulis: Bobby W
Akun X resmi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesu
EVAKUASI KAPAL HONDIUS - Konferensi pers dan rapat yang digelar WHO dan otoritas setempat dalam menyambut Kapal MV Hondius yang akan bersandar di Pelabuhan Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol pada Minggu (10/5/2026) 

Sementara itu, penumpang lain telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di berbagai negara.

Hantavirus sendiri ditularkan melalui kontak dengan hewan pengerat (rodent) atau kotorannya.

Pasangan pertama diduga terpapar sebelum naik kapal saat melakukan perjalanan pengamatan burung (bird-watching) di Argentina, Chile, dan Uruguay, tepatnya di area yang dihuni hewan pengerat pembawa virus.

Koordinasi Internasional

WHO juga telah memberitahu 12 negara yang warganya sempat turun di St. Helena, termasuk Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, hingga Amerika Serikat.

Tedros juga berterima kasih kepada Spanyol atas kesediaannya menerima kapal tersebut sebagai bentuk solidaritas.

Proses pemulangan atau debarkasi sendiri dilakukan dengan protokol ketat, termasuk pengujian dan karantina jika diperlukan.

Penumpang akan dipulangkan ke negara masing-masing melalui penerbangan khusus.

Baca juga: Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Takut Dikucilkan, Khawatir Disebut sebagai Pembawa Hantavirus

Mengingat masa inkubasi virus mencapai enam minggu, pemantauan akan terus dilakukan secara intensif.

Dr. Tedros menekankan pentingnya Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) dalam menangani situasi ini.

WHO juga terus berkoordinasi dengan pemerintah Spanyol, Belanda, Cape Verde, Afrika Selatan, dan negara-negara terkait lainnya.

Meski warga Tenerife sempat merasa khawatir dan muncul aksi protes, Tedros meyakinkan bahwa situasi terkendali dan bukan merupakan awal dari pandemi baru.

Operasi evakuasi dijadwalkan berlangsung mulai dari hari Minggu ini hingga Senin (11/5/2026).

WHO juga akan terus memantau langsung dan memberikan pembaruan perkembangan lebih lanjut.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas kesehatan setempat.

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved