Iran Vs Amerika Memanas
Donald Trump Tolak Respons Iran atas Proposal Gencatan Senjata, Harga Minyak Naik
Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian AS dan menyebutnya tidak dapat diterima.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, menanggapi penolakan Trump terhadap respons Iran atas proposal AS untuk mengakhiri perang, Senin (11/5/2026).
Dalam pernyataan di saluran Telegramnya, IRIB menyebut rencana AS berarti Iran harus menyerah pada keserakahan Trump, sementara tanggapan Iran menegaskan hak-hak fundamental bangsa Iran.
IRIB juga menyebut tawaran terbaru Iran menekankan perlunya ganti rugi perang dari AS, pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz, penghentian sanksi, serta pembebasan dana dan aset negara yang dibekukan.
Harga Minyak Dunia Naik
Di sisi lain, harga minyak dunia naik setelah Trump menolak tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang.
Dilansir Al Jazeera, patokan minyak internasional Brent crude naik 2,69 persen menjadi 104,01 dolar AS per barel pada pukul 23.36 GMT Minggu malam, melanjutkan kenaikan 1,23 persen pada Jumat sebelumnya.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level 98,51 dolar AS per barel, naik 3,09 dolar AS atau 3,24 persen setelah sebelumnya ditutup menguat 0,64 persen.
Baca juga: 5 Populer Internasional: Kata Analis Jika Perundingan Iran Gagal - Profil PM Hungaria Peter Magyar
Trump Tidak Memberikan Alasan Penolakan
Trump belum menjelaskan secara rinci alasan penolakannya terhadap respons Iran.
Iran menginginkan penghentian blokade laut, pencabutan sanksi yang dijatuhkan AS dan organisasi internasional, serta tetap mempertahankan kendali atas program nuklir dan kebijakan luar negerinya.
Namun, isu-isu tersebut selama ini menjadi alasan AS melancarkan perang.
Trump juga belum menjelaskan secara spesifik poin mana yang membuat AS menolak proposal tersebut.
Namun, tampaknya tuntutan Iran menyentuh sejumlah isu yang tidak ingin dikompromikan AS.
Salah satunya adalah ambisi Iran menjadi salah satu kekuatan nuklir dunia, serta kemampuannya melakukan operasi ofensif terhadap negara-negara tetangga, terutama Israel, yang menurut AS tidak dapat ditoleransi.
AS juga ingin menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok seperti Hamas dan Hizbullah serta secara signifikan mengurangi pengaruh regional Teheran.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)