Selasa, 12 Mei 2026

Wabah Hantavirus

13 Negara yang Terdampak Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Indonesia Termasuk?

WHO mengonfirmasi enam kasus hantavirus terkait kapal pesiar MV Hondius dengan tiga korban meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
  • WHO mengonfirmasi enam kasus hantavirus terkait kapal pesiar MV Hondius dengan tiga korban meninggal dunia.
  • Penumpang kapal yang berasal dari sedikitnya 13 negara kini dipantau untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
  • Indonesia juga memiliki kasus hantavirus, tetapi berasal dari strain berbeda, yakni Seoul virus yang ditularkan oleh tikus rumah.


TRIBUNNEWS.COM - Enam dari delapan kasus dugaan hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius kini telah dikonfirmasi, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam konferensi pers, Minggu (10/5/2026).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ancaman kesehatan masyarakat yang lebih luas akibat wabah tersebut masih tergolong rendah.

Ia menambahkan WHO juga menerima laporan adanya pasien lain dan kemungkinan jumlah kasus akan bertambah mengingat masa inkubasi virus tersebut.

Situasi ini terjadi ketika para penumpang turun dari kapal yang terjangkit virus untuk kembali ke negara asal masing-masing, di mana banyak dari mereka diminta menjalani isolasi.

Negara-negara di seluruh dunia kini berupaya mencegah penyebaran virus lebih lanjut dengan melacak penumpang yang telah turun dari kapal sebelum virus terdeteksi, serta siapa pun yang melakukan kontak erat dengan mereka setelah itu.

Sejauh ini, tiga orang meninggal dunia di MV Hondius, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman.

WHO menyebut delapan orang, termasuk seorang warga negara Swiss, diduga tertular virus tersebut. Hantavirus biasanya menyebar melalui hewan pengerat, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi dapat menular antarmanusia.

Enam dari delapan kasus tersebut telah dikonfirmasi sebagai hantavirus pada Jumat (8/5/2026).

Orang-orang yang kemungkinan terpapar virus kini tersebar di berbagai negara, setelah penumpang dari sedikitnya 12 negara turun di St Helena, Samudra Atlantik Selatan, saat kapal singgah pada 24 April 2026.

Baca juga: Cara Cegah Hantavirus Menurut WHO dan Kemenkes RI, Waspadai Risiko Penularannya Sebelum Terlambat!

Negara Mana Saja yang Terdampak?

Mengutip Independent, berikut daftar negara yang terdampak wabah hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius.

1. Argentina

Kapal MV Hondius berangkat dari kota Ushuaia di Argentina bagian selatan pada 1 April.

Terdapat satu warga negara Argentina di dalam kapal tersebut.

Kementerian Kesehatan Argentina melaporkan 101 infeksi hantavirus sejak Juni 2025, sekitar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sumber wabah belum dipastikan, tetapi pemerintah Argentina sedang menyelidiki kemungkinan infeksi bermula di negara tersebut.

Hipotesis utama pemerintah menyebut pasangan Belanda yang meninggal dunia kemungkinan tertular saat melakukan perjalanan pengamatan burung di Ushuaia.

Kementerian Kesehatan Argentina kini melakukan penangkapan dan analisis hewan pengerat di Ushuaia sebagai bagian dari penyelidikan.

2. Cape Verde

Kapal MV Hondius ditolak berlabuh di Cape Verde, negara kepulauan di Afrika Barat, sehingga terdampar di lepas pantainya selama beberapa hari.

Pada 6 Mei, kapal kemudian berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol, yang pemerintahnya juga menolak kapal tersebut untuk berlabuh.

3. Belanda

Kapal MV Hondius berbendera Belanda.

Pemerintah Belanda pun mengoordinasikan bantuan bagi orang-orang di kapal tersebut, kata Kementerian Luar Negeri Belanda.

Sebanyak 13 warga negara Belanda berada di kapal itu, terdiri dari delapan penumpang dan lima awak kapal.

Dua dari tiga korban meninggal merupakan pasangan suami istri asal Belanda.

Sang istri dinyatakan positif hantavirus dan meninggal di Afrika Selatan.

Pada Kamis (7/5/2026), seorang wanita Belanda yang bukan penumpang kapal dirawat di rumah sakit Amsterdam setelah menunjukkan gejala yang diduga terkait hantavirus, kata Kementerian Kesehatan Belanda.

Stasiun televisi RTL melaporkan wanita tersebut merupakan pramugari maskapai KLM yang sempat melakukan kontak dengan seorang wanita yang meninggal akibat hantavirus di Johannesburg.

4. Inggris

Operator kapal Oceanwide Expeditions mengatakan terdapat 19 penumpang dan empat awak kapal berkewarganegaraan Inggris.

Seorang penumpang Inggris dengan demam tinggi dan gejala pneumonia dievakuasi ke Afrika Selatan pada 27 April, kata WHO.

Penumpang tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus dan kini berada di ruang perawatan intensif.

Warga negara Inggris lainnya, Martin Anstee, termasuk di antara mereka yang dievakuasi pada Rabu (6/5/2026).

Menurut Sky News, Anstee yang merupakan pemandu ekspedisi menjadi salah satu dari dua orang yang dirawat di rumah sakit di Belanda. Ia mengatakan kondisinya baik, tetapi masih harus menjalani banyak pemeriksaan.

Dua orang lainnya menjalani isolasi mandiri di Inggris setelah turun dari kapal di St Helena.

Sebanyak 22 warga negara Inggris, baik penumpang maupun awak kapal, akan dibawa ke Rumah Sakit Arrowe Park di Merseyside untuk menjalani isolasi.

Baca juga: Penularan Hantavirus Tak Seperti Covid-19, Sangat Kecil Tertulari saat di Pertama Kali Bertemu

5. Amerika Serikat

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut sedikitnya enam negara bagian memantau kemungkinan kasus setelah sejumlah penumpang MV Hondius kembali ke rumah masing-masing.

Terdapat 17 penumpang asal AS di kapal tersebut, menurut Oceanwide Expeditions.

CDC mengklasifikasikan wabah hantavirus ini sebagai respons darurat Level 3, tingkat terendah dalam sistem kedaruratan mereka.

CDC menegaskan pihaknya terus memantau situasi dan menilai risiko bagi masyarakat AS masih sangat rendah.

Dua warga tanpa gejala yang telah kembali ke rumah dipantau oleh Departemen Kesehatan Masyarakat Georgia.

Departemen Layanan Kesehatan Arizona juga memantau seorang warga yang merupakan penumpang kapal dan tidak menunjukkan gejala.

Menurut New York Times, California turut memantau sejumlah warga yang sebelumnya berada di kapal tersebut.

6. Denmark

Seorang warga Denmark yang berada di kapal Hondius telah kembali ke negaranya dan diminta menjalani isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan.

Otoritas kesehatan Denmark menilai risiko penularannya rendah karena orang tersebut tidak memiliki kontak erat dengan pasien yang jatuh sakit.

7. Jerman

Dilaporkan terdapat delapan warga negara Jerman, termasuk satu anggota kru, di kapal tersebut.

Salah satu penumpang wanita yang meninggal dunia berasal dari Jerman.

Seorang individu tanpa gejala lainnya dievakuasi pada Rabu.

Klinik Universitas Düsseldorf yang menangani warga Jerman tersebut mengatakan pasien itu belum dikategorikan sebagai kasus terkonfirmasi, melainkan kontak erat yang masih menjalani pemeriksaan.

8. Filipina

Sebanyak 38 awak kapal MV Hondius berasal dari Filipina.

Namun hingga kini belum ada kasus hantavirus yang tercatat di negara tersebut.

Para pejabat Filipina menegaskan risiko penularan tetap sangat rendah.

9. Singapura

Badan Penyakit Menular Singapura mengumumkan pada Kamis (7/5/2026) bahwa dua warga negaranya telah diisolasi dan dipantau.

“Hasil tes mereka masih menunggu,” demikian pernyataan badan tersebut.

“Salah satunya mengalami pilek tetapi dalam kondisi baik, sementara yang lainnya tidak menunjukkan gejala. Risiko bagi masyarakat umum di Singapura saat ini rendah.”

Singapura sebelumnya mendapat pemberitahuan bahwa dua warganya berusia 67 dan 65 tahun ikut berlayar dari Ushuaia menggunakan kapal tersebut.

10. Afrika Selatan

Seorang wanita Belanda yang meninggal di Afrika Selatan terbang dari St Helena menuju negara tersebut setelah meninggalkan kapal.

Menurut WHO, kondisinya memburuk selama penerbangan menuju Johannesburg.

Media Afrika Selatan melaporkan wanita itu pingsan di Bandara Internasional O.R. Tambo.

Infeksi hantavirus pada dirinya telah dikonfirmasi.

Pejabat kesehatan Afrika Selatan kemudian mengidentifikasi 62 orang yang sempat melakukan kontak dengannya.

11. Spanyol

Kapal MV Hondius yang membawa hampir 150 orang berlabuh di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu (10/5/2026).

Setelah tiba di Tenerife, seluruh warga negara non-Spanyol yang masih sehat akan dipulangkan ke negara masing-masing, sedangkan 14 penumpang asal Spanyol akan dikarantina di rumah sakit militer di Madrid.

12. Swiss

Di Swiss, seorang pasien yang dirawat di rumah sakit sejak Senin berada dalam kondisi stabil, tetapi menunjukkan gejala yang sesuai dengan infeksi hantavirus seperti demam ringan, nyeri tubuh, dan batuk.

Pasien tersebut dinyatakan positif terinfeksi strain Andes, sementara istrinya tidak menunjukkan gejala tetapi menjalani isolasi mandiri.

13. Prancis

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan seorang warga negaranya sempat melakukan kontak dengan pasien yang jatuh sakit, tetapi tidak menunjukkan gejala.

Baca juga: Beda dari Flu! Ahli Bongkar Cara Strain Andes Hantavirus Menular Antarmanusia di Kapal MV Hondius

Bagaimana dengan Indonesia?

Hantavirus sebenarnya sudah terdeteksi di Indonesia.

Namun, strain virus yang ditemukan berbeda dengan Andes virus yang menyebar di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut mayoritas kasus hantavirus di Indonesia disebabkan strain Seoul virus (SEOV) yang ditularkan melalui tikus rumah.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengatakan tikus rumah seperti Rattus rattus dan Rattus norvegicus atau tikus got menjadi reservoir utama virus tersebut di Indonesia.

Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di Indonesia dengan tiga kematian.

Kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi, yakni DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

“Seluruh kasus konfirmasi tersebut mengarah pada Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang disebabkan Seoul virus,” ujar Aji dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Aji menjelaskan temuan hantavirus pada reservoir atau hewan pembawa, yakni tikus, telah ditemukan di 29 provinsi berdasarkan studi Rikhus Vektora oleh Balai Litbangkes Kelas I Salatiga.

“Faktor risiko penularan penyakit ini berkaitan dengan kontak manusia dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan ekskresi dan sekresi hewan,” jelasnya.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie/Rina Ayu Panca Rini)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved