Kalah Pemilu Lokal Inggris, Kader Partai Buruh Tuntut Keir Starmer Mundur
Kader terang-terangan meminta Starmer untuk mundur dari jabatannya guna mencegah kebangkitan kaum populis sayap kanan dari Reform UK
Ringkasan Berita:
- Partai Buruh mengalami kekalahan bersejarah dalam pemilu lokal dengan kehilangan sekitar 1.500 kursi dewan, termasuk kehilangan kekuasaan di parlemen Wales untuk pertama kalinya sejak 1999
- Sejumlah kader senior dan anggota parlemen mendesak PM Keir Starmer mundur guna memberikan ruang bagi kepemimpinan sosok PM yang baru
- Lonjakan suara Reform UK pimpinan Nigel Farage, yang berhasil merebut basis suara tradisional Partai Buruh, menjadi kekhawatiran utama yang mendorong tuntutan pergantian Starmer
TRIBUNNEWS.COM - Gelombang desakan mundur terhadap Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, semakin menguat di internal Partai Buruh (Labour Party).
Hal ini menyusul hasil buruk yang diderita partai tersebut dalam pemilu lokal dan parlemen regional yang baru saja berlangsung.
Seperti yang dikabarkan sebelumnya, di Pemilu Lokal Inggris kali ini, Partai Buruh yang merupakan petahana tampil babak belur di perolehan suara mereka.
Melansir dari BBC, Partai Buruh kehilangan sekitar 1.460–1.500 kursi dewan dalam Pemilu Lokal Inggris kali in.
Selain itu, Labour juga kehilangan kendali atas sekitar 37–38 kursi anggota dewan.
Hasil ini merupakan salah satu raihan terburuk dalam sejarah Labour di pemilu lokal.
Kekalahan paling menyakitkan terjadi di Wales, di mana Labour jatuh ke posisi ketiga dan kehilangan kekuasaan di Senedd (parlemen Wales) untuk pertama kalinya sejak dibentuk tahun 1999.
Menanggapi hasil memalukan tersebut, sejumlah kader senior dan anggota parlemen (MP) Inggris pun mulai terang-terangan meminta Starmer untuk mundur dari jabatannya guna mencegah kebangkitan kaum populis sayap kanan di masa depan.
Reforms UK Tambah Kuat Jika Starmer Tak Mundur
Baca juga: Kalah Telak di Pemilu Inggris, Keir Starmer: Saya Siap Tanggung Jawab
Desakan agar Keir Starmer mundur ini diutarakan oleh sosok Josh Simons, anggota parlemen dari wilayah Makerfield,
Melalui tulisannya di media The Times, Simons memperingatkan mempertahankan Starmer sebagai Perdana Menteri hanya akan membuka jalan bagi tokoh populis seperti Nigel Farage untuk menguasai pemerintahan.
"Mempertahankan Starmer berisiko memberikan kunci Downing Street (kantor PM) kepada Farage dan mengkhianati aspirasi masyarakat kelas pekerja," tulis Simons.
Ia menambahkan saat ini Partai Buruh membutuhkan "radikalisme, energi, dan keberanian yang besar" untuk bangkit, serta mendesak Starmer untuk memimpin proses transisi menuju kepemimpinan baru.
Desakan Josh Simons ini terjadi lantaran raihan Nigel Farage bersama partainya Reform UK yang bisa dibilang menjadi pemenang pemilu lokal kali ini.
Meraih lebih dari 1.450 kursi dewan di Inggris. Reforms UK kini berhasil merebut kendali atas basis pemilih Partai Labour dan Konservatif.
Hal ini bisa dilihat dari kesuksesan Reforms UK yang berhasil meraih kemenangan di wilayah lumbung suara tradisional Labour termasuk di Sunderland, Barnsley, serta sejumlah daerah-daerah lainnya di Inggris Utara .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PIDATO-KEKALAHAN-STARMER-pidato-setelah-Partai-Buruh-kalah-Pemilu-Inggris.jpg)