Selasa, 19 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Cari Nafas Baru! Kereta China Jadi Senjata Tembus Blokade Amerika

Iran mulai “beralih jalur” ke China lewat kereta api untuk tembus blokade AS. Ekonomi tertekan, strategi darat jadi harapan baru Teheran.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Iran mulai mengandalkan jalur kereta api dari China untuk menjaga pasokan barang di tengah blokade dan gangguan jalur laut akibat konflik dengan Amerika Serikat
  • Jalur kereta melalui Kazakhstan dan Turkmenistan menjadi alternatif penting, meski kapasitas terbatas dan biaya pengiriman naik hingga sekitar 40 persen. 
  • langkah ini ditargetkan mengalihkan hingga 40 persen perdagangan maritim ke jalur darat untuk mengurangi dampak tekanan ekonomi dan menjaga stabilitas nasional.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran mulai meningkatkan perdagangan dengan China melalui jalur kereta api sebagai upaya menghadapi tekanan ekonomi akibat blokade yang dilakukan Amerika Serikat.

Langkah ini diambil setelah jalur laut Iran mengalami gangguan besar akibat meningkatnya konflik kawasan dan operasi blokade yang membatasi aktivitas ekspor-impor Teheran.

Menurut sumber logistik internasional yang dikutip dari Bloomberg, kereta tersebut melintas melewati wilayah Kazakhstan dan Turkmenistan sebelum akhirnya masuk ke Iran.

Sebelum konflik memanas, pengiriman kereta barang hanya berlangsung sekitar satu kali per minggu. Namun kini frekuensinya meningkat menjadi satu kereta setiap tiga hingga empat hari.

Peningkatan aktivitas tersebut menunjukkan Iran mulai mengandalkan jalur darat untuk menjaga pasokan barang tetap masuk ke dalam negeri di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.

Jalur Kereta Jadi Alternatif di Tengah Blokade Laut

Meski kapasitas jalur kereta tidak sebesar kapal laut, pemerintah Iran menilai jalur tersebut menjadi salah satu solusi penting untuk mempertahankan aktivitas perdagangan di tengah blokade maritim.

Sumber logistik menyebut biaya pengiriman kontainer 40 kaki melalui rute itu kini melonjak hingga sekitar 7.000 dolar AS atau naik sekitar 40 persen dibanding kondisi normal.

Kenaikan harga terjadi karena tingginya permintaan pengiriman serta terbatasnya kapasitas kereta yang tersedia.

Direktur Silkroad-Avrasya Multimodal Logistics, Altan Dursun, mengatakan jalur pengiriman dari China ke Iran kini hampir penuh dipesan untuk bulan Mei.

Menurutnya, sebelum konflik pecah, kereta di rute tersebut bahkan sempat tidak beroperasi selama berminggu-minggu. Namun sekarang seluruh kapasitas pengiriman hampir terisi penuh.

Setiap kereta dari Xi’an diketahui membawa sekitar 50 kontainer standar berukuran 40 kaki yang berisi barang industri dan kebutuhan konsumen.

Baca juga: China dan Pakistan Jadi Penentu Damai di Tengah Krisis Iran-AS-Israel

Iran Impor Suku Cadang hingga Elektronik dari China

Adapun barang yang dikirim ke Iran melalui jalur kereta sebagian besar berupa suku cadang otomotif, generator listrik, elektronik, hingga kebutuhan industri lainnya.

Pemerintah Iran juga mulai mempertimbangkan pemanfaatan jalur kereta api untuk ekspor produk, terutama komoditas petrokimia dan bahan bakar ke sejumlah negara di kawasan regional.

Adapun situasi ini terjadi setelah operasi blokade yang dilakukan Amerika Serikat mulai diberlakukan sekitar tiga minggu terakhir.

Blokade tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan Iran dalam mengekspor minyak dalam jumlah besar serta menghambat masuknya impor penting seperti biji-bijian dan bahan pangan.

Gangguan pada sektor perdagangan energi ini kemudian memicu tekanan berantai terhadap perekonomian Iran

Nilai tukar mata uang rial terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat, yang berdampak pada meningkatnya biaya impor dan harga barang di dalam negeri.

Kondisi ekonomi Iran juga diperburuk oleh lonjakan inflasi serta kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus terjadi di berbagai wilayah.

Khawatir situasi tersebut semakin memicu krisis yang berkepanjangan kini Iran mulai memanfaatkan penggunaan jalur kereta China sebagai bagian dari strategi jangka panjang Iran untuk mengurangi ketergantungan pada jalur laut yang rentan terhadap tekanan Barat.

Selain memperkuat koneksi dengan China, Iran juga sebelumnya telah memperluas jaringan kereta api regional yang menghubungkan negara tersebut dengan Afghanistan, Pakistan, hingga Rusia. 

Ekspansi ini dilakukan untuk membentuk jalur perdagangan darat yang lebih luas dan terintegrasi.

Pemerintah Iran bahkan dikabarkan tengah mengembangkan proyek koridor perdagangan utara–selatan yang akan menghubungkan wilayah Iran dengan Rusia melalui jalur darat dan jaringan rel kereta api

Proyek ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik.

Media semi-resmi Iran memperkirakan bahwa jika tekanan eksternal terus meningkat, hingga 40 persen perdagangan maritim Iran berpotensi dialihkan ke jalur darat.

Langkah diversifikasi jalur perdagangan ini dinilai menjadi respons cepat pemerintah Iran untuk mengurangi dampak gangguan pada jalur laut, sekaligus menjaga roda ekonomi tetap berputar di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.

(Tribunnews.com / Namira)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved