Senin, 11 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Dipimpin Inggris, 40 Negara Bahas Rencana Militer di Selat Hormuz, Apa Kata Iran?

Inggris dan Prancis memimpin pertemuan virtual 40 negara untuk membahas pengamanan kapal melalui Selat Hormuz dengan bantuan Iran.

Tayang:
Angkatan Laut Kerajaan Inggris
KAPAL PERANG INGGRIS - Foto diambil dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Senin (11/5/2026). Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Dragon telah tiba di Mediterania Timur untuk memulai integrasi operasional ke dalam pertahanan Siprus bersama sekutu pada 24 Maret 2026. Pada 11 Mei 2026, Inggris dan Prancis akan memimpin pertemuan virtual 40 negara untuk membahas pengamanan kapal melalui Selat Hormuz dengan bantuan Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Lebih dari 40 negara akan membahas misi pengamanan Selat Hormuz yang dipimpin Inggris dan Prancis.
  • Iran mengecam rencana tersebut dan memperingatkan kapal perang asing akan mendapat respons tegas. 
  • Blokade Iran di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengancam keamanan di jalur penting tersebut.
  • Di tengah negosiasi damai, Presiden AS Donald Trump menolak proposal balasan Iran dan menyebutnya “sama sekali tidak bisa diterima”.

TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 40 negara dijadwalkan mengikuti pertemuan tingkat menteri pertahanan yang dipimpin Inggris dan Prancis untuk membahas kontribusi militer dalam misi pengamanan navigasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.

Pertemuan virtual tersebut digelar di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekacauan pelayaran di selat tersebut.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan Menteri Pertahanan John Healey akan memimpin pertemuan bersama Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin.

Pertemuan itu disebut sebagai forum tingkat menteri pertahanan pertama dalam kerangka misi multinasional yang bertujuan memulihkan arus perdagangan dan memberikan pengawalan bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

“Kami mengubah kesepakatan diplomatik menjadi rencana militer praktis untuk memulihkan kepercayaan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz,” kata Healey dalam pernyataan resmi pemerintah Inggris, Minggu (10/5/2026).

Misi tersebut diperkirakan akan melibatkan kemampuan militer untuk pengawalan kapal hingga operasi penjinakan ranjau laut.

Inggris dan Prancis juga telah mulai mengerahkan aset militer ke Timur Tengah sebagai langkah awal persiapan.

Prancis mengirim kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle, sementara Inggris mengumumkan pengerahan kapal perusak HMS Dragon.

Pemerintah Inggris menyebut pengerahan HMS Dragon merupakan “langkah pencegahan” agar London siap membantu pengamanan selat ketika kondisi memungkinkan.

Kedua negara menegaskan pengerahan tersebut masih bersifat persiapan awal menjelang kemungkinan misi internasional setelah tercapainya gencatan senjata permanen di kawasan, seperti diberitakan Al Arabiya.

Baca juga: Timur Tengah Memanas: Kapal Perang Kerajaan Inggris HMS Dragon Lakukan Misi di Selat Hormuz Iran

Iran Mengecam Rencana Inggris

Langkah Inggris dan sejumlah negara itu memicu reaksi keras dari Iran, negara yang memblokade Selat Hormuz setelah AS-Israel menyerang wilayahnya sejak 28 Februari lalu.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memperingatkan kapal perang Inggris, Prancis, maupun negara lain akan menghadapi “tanggapan yang tegas dan segera” bila memasuki wilayah tersebut.

“Hanya Republik Islam Iran yang dapat menciptakan keamanan di selat ini,” ujarnya, Minggu.

Menanggapi Iran, Prancis Menjelaskan Rencana Inggris

Presiden Prancis Emmanuel Macron berusaha meredakan ketegangan dengan menegaskan Paris tidak pernah berencana mengerahkan pasukan angkatan laut langsung di Selat Hormuz.

Menurut Macron, misi yang disiapkan lebih bersifat pengamanan dan akan “dikoordinasikan dengan Iran”.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved