Iran Vs Amerika Memanas
China Desak AS-Iran Gencatan Senjata Permanen: Perang Tak Ada Gunanya
China menegaskan perlunya gencatan senjata permanen antara AS-Iran terutama di Selat Hormuz karena melanjutkan perang tidak ada gunanya.
Setelah konflik berlangsung sekitar 40 hari, kedua pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan.
Di tengah ketegangan tersebut, Amerika Serikat sempat menjalankan operasi militer “Project Freedom” di Selat Hormuz. Namun operasi itu kemudian dihentikan sementara guna membuka ruang bagi proses diplomasi.
Meski demikian, upaya negosiasi kembali mengalami kebuntuan pada 10–11 Mei setelah Iran menolak proposal terbaru yang diajukan pemerintahan Donald Trump.
Salah satu poin utama yang menjadi hambatan adalah tuntutan AS dan Israel agar stok uranium Iran dipindahkan ke luar negeri.
Iran menolak syarat tersebut karena dianggap bertentangan dengan kedaulatan nasionalnya.
Hingga saat ini, belum ada titik temu dalam pembicaraan damai karena masing-masing pihak masih mempertahankan posisi dan tuntutannya sendiri.
Setelah pembicaraan Trump dan Xi Jinping di China pada hari Kamis, Presiden AS mengatakan Xi setuju untuk tidak memberikan peralatan militer kepada Iran.
Selain itu, Trump mengatakan China juga menentang militerisasi di Selat Hormuz dan sepakat untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/truump-345343rwerwe.jpg)