Iran Vs Amerika Memanas
AS dan Iran Saling Lempar Ancaman, Trump Beri Batas Waktu Diplomasi, Teheran: Hadapi Rudal Kami!
Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah saling melempar ancaman satu sama lain. Diplomasi kembali menemui kebuntuan?
Trump sengaja membiarkan publik dan musuh meraba-raba apakah ia akan memilih diplomasi "Tekanan Maksimum" atau benar-benar menekan tombol serangan udara skala penuh.
Ancaman dari Iran
Sementara itu, Juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei menyampaikan pernyataan keras kepada AS.
Rezaei memberikan pilihan mutlak kepada pemerintah Washington dalam menentukan arah hubungan bilateral kedua negara.
Dalam keterangan resminya yang dirilis oleh WANA News Agency, Rezaei menegaskan bahwa AS kini berada di persimpangan jalan dan harus memilih antara berkompromi melalui jalur diplomatik resmi atau berhadapan langsung dengan kekuatan militer Teheran.
"Amerika Serikat harus menerima syarat-syarat dari Republik Islam Iran dan tunduk kepada para diplomat kami."
"Jika tidak, Iran akan bernegosiasi dari posisi yang jauh lebih kuat, dan mereka terpaksa harus tunduk kepada rudal-rudal kami," tegas Rezaei.
Baca juga: Bukan Cuma Minyak, Iran Disebut Bisa Lumpuhkan Internet Dunia dari Selat Hormuz
Pernyataan ini mencerminkan sikap keras Teheran di tengah mandeknya proses negosiasi dan meningkatnya tekanan blokade serta ancaman keamanan di wilayah Teluk.
Pihak legislatif Iran menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa negara tersebut tidak akan melonggarkan ataupun membatalkan satu pun dari prasyarat mendasar yang telah mereka tetapkan di meja perundingan.
Rezaei juga menambahkan bahwa Teheran saat ini berada dalam posisi siap secara taktis dan strategi pertahanan.
Ultimatum ini secara tidak langsung mengirimkan pesan kepada sekutu-sekutu Washington di kawasan Timur Tengah bahwa Iran tidak akan ragu memanfaatkan kapabilitas persenjataan dan teknologi rudal balistiknya jika jalur diplomasi dinilai menemui jalan buntu akibat pemaksaan kehendak oleh pihak luar.
(Tribunnews.com/Whiesa)