Kamis, 21 Mei 2026

Putra Pendiri Mango Ditangkap atas Kematian Ayahnya, Sengketa Bisnis Keluarga Jadi Sorotan

Jonathan Andic, putra pendiri Mango Isak Andic, ditangkap di Spanyol terkait penyelidikan baru atas kematian sang ayah pada 2024.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Jonathan Andic, putra pendiri Mango Isak Andic, ditangkap di Spanyol terkait penyelidikan baru atas kematian sang ayah pada 2024.
  • Kasus yang awalnya dianggap kecelakaan kini diselidiki sebagai dugaan pembunuhan.
  • Sengketa bisnis keluarga dan perebutan kendali perusahaan ikut menjadi perhatian publik.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kematian pendiri perusahaan mode Mango, Isak Andic, kembali menjadi perhatian internasional.

Terkini, putranya sendiri, Jonathan Andic, ditangkap dalam penyelidikan baru di Spanyol.

Dikutip dari CNN, Jonathan Andic ditahan pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat terkait kematian ayahnya yang terjadi saat pendakian di kawasan pegunungan dekat Barcelona pada Desember 2024.

Isak Andic diketahui tewas setelah jatuh ke jurang sedalam sekitar 150 meter ketika mendaki bersama Jonathan.

Kasus Dibuka Kembali

Associated Press melaporkan polisi sempat menutup kasus tersebut karena dianggap sebagai kecelakaan.

Namun, penyelidikan dibuka kembali pada Maret 2025 setelah muncul perkembangan baru.

“Kasus ini sedang diselidiki sebagai kemungkinan pembunuhan,” demikian pernyataan Pengadilan Tinggi Barcelona yang dikutip CNN.

Jonathan Andic yang kini menjabat wakil ketua Mango menjadi satu-satunya saksi dalam insiden tersebut.

Pengadilan di Martorell, Spanyol, menetapkan uang jaminan sebesar 1 juta euro atau sekitar Rp18 miliar yang langsung dibayarkan pihak Jonathan.

Selain itu, hakim juga memerintahkan Jonathan menyerahkan paspor dan wajib melapor setiap pekan.

Baca juga: Tren Fashion Musim Panas 2026: Saat Gaya Klasik Bertemu Tekstur Anyaman yang Playful

Konflik Bisnis Ayah dan Anak

New York Post melaporkan hubungan Jonathan dan Isak Andic sempat memanas akibat persoalan bisnis keluarga.

Jonathan pernah dipercaya menjadi CEO Mango pada 2012 ketika sang ayah pensiun dari operasional perusahaan.

Namun, media Spanyol El Pais menyebut keputusan Jonathan menunjuk pihak luar sebagai direktur keuangan menyebabkan perusahaan merugi hingga sekitar 116 juta dolar AS dalam tiga tahun.

Situasi tersebut membuat Isak kembali turun tangan memimpin Mango sebelum akhirnya mencopot Jonathan dari jabatan CEO pada 2020.

Meski demikian, sumber El Pais mengatakan hubungan pribadi keduanya tetap dekat.

“Mereka tetap makan bersama hampir setiap Sabtu dan bahkan berolahraga bersama,” tulis laporan tersebut.

Pihak Keluarga Bantah Tuduhan

Juru bicara keluarga Andic membantah Jonathan terlibat dalam kematian sang ayah.

“Tidak ada bukti sah terhadap dirinya, dan tidak akan pernah ditemukan,” kata perwakilan keluarga seperti dikutip New York Post.

Reuters juga melaporkan keluarga yakin Jonathan tidak bersalah dan disebut bekerja sama penuh dengan pihak berwenang selama proses penyelidikan berlangsung.

Mango Tetap Jadi Raksasa Fesyen Dunia

Baca juga: Isak Andic, Miliarder Pendiri Merek Fesyen Mango Tewas, Jatuh ke Jurang 150 Meter Saat Hiking

Isak Andic mendirikan Mango pada 1984 setelah keluarganya pindah dari Turki ke Spanyol.

Perusahaan tersebut berkembang menjadi salah satu merek fesyen terbesar di Eropa dan pesaing utama Zara.

AP melaporkan Mango kini memiliki sekitar 2.900 toko di 120 negara dengan pendapatan mencapai 3,8 miliar euro pada 2025.

Menurut Forbes, kekayaan Isak Andic saat meninggal dunia mencapai sekitar 4,5 miliar dolar AS.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved